in , ,

Ilmuwan Temukan Sel Imun Tubuh yang Lawan Covid-19

Kasus kematian akibat virus corona hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 7.000 korban dari berbagai negara di dunia.

Hingga saat ini, vaksin untuk melawan virus corona belum juga ditemukan. Data terkini dari John Hopkins University menyebut total sudah ada 185.067 kasus positif corona di berbagai negara.

Sementara itu, jumlah pasien yang berhasil sembuh kini sudah mencapai lebih dari 80.000 pasien dengan 7.330 korban meninggal dunia akibat virus ini.

China hingga saat ini masih menjadi negara dengan jumlah kasus corona terbanyak di dunia.

Wuhan, China memang disebut sebagai awal mula coronavirus menyebar pada akhir tahun lalu.

Berangkat dari data pasien corona yang meninggal dan sembuh, peneliti dari Australia melakukan riset untuk mengetahui bagaimana cara sistem imun tubuh melawan virus corona pada pasien yang berhasil sembuh.

Ada 4 Sel Imun yang Lawan Corona

Coronavirus Vaccine

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine, Selasa, (13/3) menyebutkan bahwa sistem imun tertentu dapat melawan infeksi virus corona dengan sukses.

Peneliti juga berhasil melakukan identifikasi sel yang muncul saat melawan virus corona. Setidaknya ada 4 jenis sel imun yang muncul dalam tubuh saat melawan corona.

Dalam penelitian yang dilakukan pada seorang wanita berusia 47 tahun asal Wuhan yang berada di rumah sakit Australia ini menunjukan bahwa dalam tiga hari sebelum pasien corona ini sembuh, peneliti menemukan ada sel-sel spesifik dalam aliran darahnya.

Sel-sel ini juga muncul di waktu tersebut sebelum waktu pemulihan pada pasien influenza.

“Kami sangat senang dengan hasil ini dan fakta bahwa kami dapat benar-benar menangkap kemunculan sel imun pada pasien terinfeksi sebelum kondisi klinis membaik,” ungkap Prof Kedzierska.

Membantu Pengembangan Vaksin Lebih Cepat

Dengan hasil penelitian ini, para peneliti diharapkan bisa lebih mudah dalam mengembangkan vaksin untuk Covid-19 ini.

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt mengatakan bahwa penemuan ini bisa membantu mempercepat pengembangan vaksin serta potensi perawatan tertentu pada pasien coronavirus.

Sementara, Prof Kedzierska mengatakan, langkah selanjutnya bagi para ilmuwan adalah menentukan mengapa respons imun lebih lemah pada kasus-kasus yang parah.

“Ini benar-benar menjadi kunci saat ini untuk memahami apa yang kurang atau berbeda pada pasien yang meninggal atau memiliki penyakit lebih parah. Jadi, kita bisa memahami bagaimana melindungi mereka,” imbuh Prof Kedzierska.

Seperti diketahui, coronavirus saat ini sudah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemi global.

Lebih dari 140 negara sudah terinfeksi virus ini, bahkan beberapa negara melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus ini.

What do you think?

Written by Nazar

Hanya seseorang yang sangat suka dengan tempe penyet, mendoan dan klepon. Sangat tertarik dengan teknologi dan senang mencoba hal-hal baru.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0