in

Fenomena Gerhana Matahari Cincin 2019 di Indonesia

eclipse

Beberapa wilayah di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menyaksiakan fenomena langka yaitu gerhana matahari cincin.

Menurut informasi dari BMKG, fenomena gerhana matahari cincin ini akan terjadi pada tanggal 26 Desember 2019.

Yang harus kamu tahu, fenomena gerhana matahari cincin ini terjadi karena terhalangnya cahaya matahari oleh bulan yang posisinya berada di antara bumi dan matahari.

Pada saat terjadi gerhana matahari cincin, piringan bulan yang teramati terlihat lebih kecil, sehingga matahari akan terlihat seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya tapi terlihat terang di bagian pinggirannya.

Waktu dan Tempat Melihat Gerhana di Indonesia

VIRENIAL POST Fenomena Gerhana Matahari Cincin 2019 di Indonesia

Di Indonesia, fenomena alam ini bisa dilihat dengan jelas di dua wilayah Indonesia, yakni Siak dan Singkawang.

Menurut prediksi, gerhana akan dimulai pada pukul 12.15 WIB dan fase puncak diperkirakan akan terjadi pada 12.17 WIB hingga berakhir pada 12.19 WIB.

Menurut informasi dari LAPAN, ada juga beberapa wilayah lain di Indonesia yang bisa menikmati fenomena ini dengan jelas, seperti Padang Sidempuan, Sibolga, Kabupaten Siak, Kepulauan Riau, dan sebagian Kalimantan Barat bagian utara, yakni di Kabupaten Singkawang.

Menakjubkan Tapi Memiliki Efek Selama Gerhana Berlangsung

Fenomena langka ini memang sangat menakjubkan, sebab peristiwa alam semacam ini tidak muncul setahun sekali di Indonesia.

Indonesia sendiri akan kembali dilewati oleh gerhana matahari cincin ini pada 21 Mei 2031, lalu pada 14 Oktober 2042 mendatang.

Meski menakjubkan, ternyata fenomena ini memiliki efek selama gerhana matahari berlangsung. Berikut ini adalah beberapa efek yang ditimbulkan akibat dari fenomena gerhana matahari cincin di Indonesia.

Mengganggu Gravitasi Bumi

Gerhana Matahari cincin ternyata bisa mengganggu kondisi bumi. Para ilmuwan menjelaskan ada efek pada gravitasi bumi saat gerhana berlangsung. Salah satu yang akan terjadi adalah gelombang tinggi di sekitar pantai.

Imbas lainnya yang masih bersangkutan adalah gerhana matahari cincin bisa menghambat pemanasan dan ionisasi di lapisan atmosfer Bumi.

Bisa Ganggu Kesehatan Mata

Hal ini mungkin sudah banyak orang yang tahu, jika melihat fenomena gerhana matahari secara langsung menggunakan mata telanjang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata.

Jika ingin melihat gerhana, gunakanlah lensa khusus atau bisa juga menggunakan teleskop atau binokular. Penggunaan binokular serupa dengan kamera lubang jarum. Bedanya, citra matahari diproyeksikan melalui lensa pembesar.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0