in

Cyber Patrol Polisi Telusuri Akun-Akun Penyebar Video Mirip Gisel

Gisel

Virenial – Sebuah video panas yang pemerannya diduga mirip dengan salah satu artis tanah air sedang menjadi perbincangan di media sosial.

Menindaklanjuti hal tersebut, tim patroli siber Polri langsung bergerak melacak peredaran video tersebut.

Video yang kini telah beredar luas di internet itu kini viral dan menjadi trending topik di media sosial.

“Memang Polri sedang menyelidiki melalui cyber patrol terkait dengan peredaran video porno yang katanya ‘mirip Gisel’,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dikutip dari Detikcom.

Kepada masyarakat, polisi mengimbau untuk tidak ikut menyebarkan video tersebut. Sebab penyebar video tersebut akan diancam dengan hukuman 6 tahun penjara karena melanggar Pasal 27 ayat (1) UU ITE.

Dalam pasal tersebut berbunyi: ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan’.

“Tentunya masyarakat kita imbau tidak ikut menyebarkan karena video mengandung unsur pornografi,” kata Awi.

Kini pihak Polda Metro Jaya juga tengah memburu orang yang pertama kali menyebarkan dan orang-orang yang memviralkan video mirip Gisel itu.

“Yang paling utama nanti yang menyebarkan pertama. Dan yang masih menyebarkan akan kita lakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, dilansir dari Detikcom.

Sejurus kemudian, kelompok bernama APMI melaporkan penyebar hingga pemain yang ada di video tersebut ke Polda Metro Jaya. Nomor laporannya adalah LP: TBL/6608/XI/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 7 November 2020.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bergerak cepat menelusuri video itu. Bukan hanya melakukan penelusuran, tapi Kominfo juga melakukan pendalaman.

“Kominfo sedang melakukan penelusuran dan pendalaman terkait video tersebut,” kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, saat dihubungi.

Kominfo juga menghubungi platform media sosial tempat video itu tersiar. Tujuannya supaya video itu terhapus dari platform terkait.

“Paralel kami berkoordinasi dengan platform digital terkait untuk dapat men-take down konten-konten yang dimaksud,” ucap Dedy.

Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0