in

Lawan Hoax di Platform-nya, Twitter Luncurkan Birdwatch

Demi menciptakan lingkungan media sosial yang aman dari hoax dan misinformasi di dalam platformnya, Twitter meluncurkan fitur baru bernama Birdwatch.

red blue and yellow textile
Photo by Brett Jordan on Pexels.com

Virenial – Demi menciptakan lingkungan media sosial yang aman dari hoax dan misinformasi di dalam platformnya, Twitter meluncurkan fitur baru bernama Birdwatch.

Fitur yang masih dalam tahap uji coba ini nantinya akan memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi cuitan yang dianggap menyesatkan serta menambahkan catatan sebagai konteks tambahan.

Proyek ini masih sedang dalam tahap uji coba dan Twitter hanya membuka pendaftaran untuk 1.000 pengguna mereka untuk melakukan uji coba Birdwatch di Amerika Serikat.

Akun pengecek fakta tradisional akan mendapatkan prioritas utama dalam pendaftaran awal fitur ini, dan pengguna lain yang mendaftar harus memiliki akun yang terhubung dengan nomor telepon dan alamat email yang sesuai.

“Birdwatch memungkinka pengguna untuk mengidentifikasi informasi di Tweets yang mereka yakini menyesatkan atau palsu, dan menuliskan catatan yang memberikan konteks informatif,” kata Vice President of Product Twitter Keith Coleman dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNBC.

“Kami yakin pendekatan ini memiliki potensi untuk merespon dengan cepat ketika informasi menyesatkan menyebar, menambahkan konteks yang dipercaya dan dianggap bernilai oleh orang-orang,” sambungnya.

Pengguna yang sudah terdaftar nantinya akan bisa menandai cuitan di Twitter secara langsung melalui menu dropdown yang ada. Namun diskusi tentang isi cuitan hanya akan bisa dilihat di situs Birdwatch.

Meski untuk sekarang Birdwatch terpisah dari Twitter, mereka mengatakan berniat menampilkan catatan yang diberikan langsung di cuitan agar bisa dilihat oleh semua pengguna Twitter.

Partisipan Birdwatch nantinya bisa menilai catatan yang dibuat pengguna lain untuk mencegah pengguna yang ingin mengelabui sistem dan secara sengaja menandai cuitan akurat sebagai palsu. Nilai tersebut kemudian bisa dilihat di profil Birdwatch yang kurang lebih mirip seperti rating pengguna di Reddit.

Dengan fitur ini, Twitter berharap bisa menciptakan komunitas ‘Birdwatchers’ yang nantinya bisa memoderasi dan menandai cuitan. Tapi Twitter tidak akan langsung menandai cuitan berdasarkan saran dari Birdwatch.

Semua data yang dimasukkan ke dalam Birdwatch akan bisa diunduh oleh peneliti dalam format TSV yang diharapkan bisa membantu ahli, peneliti dan publik untuk menganalisa Birdwatch dan mencegah manipulasi. Twitter juga akan menyediakan algoritma yang digunakan untuk membangun program ini kepada publik lewat Birdwatch Guide.

“Kami tahu ini mungkin berantakan dan terkadang memiliki masalah, tapi kami yakin ini adalah model yang patut dicoba,” tulis Coleman.

Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0