in

Kisah Pesawat Concorde, Pesawat Supersonic yang Legendaris

Pesawat Concorde adalah burung besi supersonic legendaris hasil kerjasama Inggris dan Prancis yang mampu terbang dua kali kecepatan suara.

Pesawat komersil dengan sayap delta ini sempat digadang-gadang akan menjadi pesawat komersil masa depan yang mampu melakukan penerbangan antar-benua hanya dalam waktu singkat.

Namun, ternyata takdir berkehendak lain, Concorde harus dipensiunkan karena alasan-alasan tertentu.

Sejarah Pesawat Supersonic Concorde

kecepatan supersonic pesawat concorde

Kelahiran Concorde ini dibidani oleh dua negara besar yang sama-sama memiliki obsesi yang besar dengan kendaraan supersonic, yaitu Britania Raya dan Prancis.

Pembuatan pesawat ini kemudian sudah mulai direalisasikan pada Februari 1965.

Aerospatiale di Toulouse, Prancis membuat Concorde 001 sedangkan British Aircraft Corporation (BAC) di Filton, Bristol, Inggris membuat Concord 002.

Empat tahun berselang, Concorde 001 melakukan penerbangan perdananya, tepatnya pada 2 Maret 1969 dari Toulouse dengan pilot Andre Turcat.

Concorde buatan Britania pertama terbang dari Filton ke RAF Fairford pada tanggal 9 April 1969, dikemudikan oleh Brian Trubshaw.

Pada bulan Oktober di tahun yang sama, Corncode berhasil melakukan penerbangan supersonik pertamanya.

Kecepatan Pesawat Concorde

Concorde sempat menjadi pesawat komersial yang dioperasikan oleh British Airways dan Air France sejak 21 Januari 1976.

Concorde melayani jalur penerbangan trans-atlantik dari London dan Paris ke New York, Washington, dan Barbados.

Pada zamannya, Concorde menjadi pesawat penumpang pertama yang menerapkan teknologi sistem kontrol penerbangan fly-by-wire. Pergerakan pesawat diubah menggunakan sinyal elektronik dan antarmuka elektronik untuk mengendalikan penerbangan.

Concorde memiliki desain pesawat yang unik. Salah satu yang unik dari desain Concorde adalah bagian hidung pesawat ini yang bisa ditekuk ke bawah dengan sudut antara 12,5 derajat hingga 30 derajat.

Desain hidung Concorde ini ternyata bukan tanpa alasan, pembengkokkan hidung Concorde ini dilakukan pada saat hendak mendarat agar hidung Concorde tidak menghalangi pandangan pilot ke arah landasan lapangan terbang dibawahnya.

Sebagai pesawat supercepat, Concorde membutuhkan kecepatan 397 km/jam untuk melakukan take-off.

Concorde akan melakukan penerbangan supersonic di atas lautan untuk menghindari terjadina sonic boom di atas area berpenduduk.

Kecepatan terbang pesawat Concorde sendiri bisa mencapai 2.4 Mach atau 2 kali kecepatan suara, sekitar 2.179 km/jam.

Akhir Kisah Concorde

Akhir Kisah Concorde

Concorde adalah lambang kemewahan sekaligus kecepatan pada masanya.

Meski menawarkan kemewahan dan perjalanan yang cepat, namun saat ini Concorde sudah tidak lagi dioperasikan.

Pesawat ini dipensiunkan pada November 2003 atas berbagai pertimbangan.

Salah satu alasan dipensiunkannya Concorde adalah karena biaya operasional yang mahal sedangkan penjualan tiket yang terus menurun.

Kecelakaan Concorde

Kecelakaan Concorde

Pada 25 Juli 2000, Concorde dijadwalkan terbang dari bandara internasional Charles de Gaulle Paris, Prancis menuju New York, Amerika Serikat.

Sesaat setelah lepas landas, bagian mesin nomor 2 pesawat terbakar. Namun, petugas menara baru menyadari dan memberitahukannya kepada pilot setelah 56 detik mengudara.

Pada posisi seperti itu, pilot tidak bisa melakukan apapun, selain merencanakan pendaratan darurat di bandara alternatif , yaitu Bandar Udara Le Bourget.

Namun besarnya kobaran api membuat pesawat tidak bisa dikendalikan, pesawat pun akhirnya jatuh di sebuah hotel dekat dengan pompa bensin di daerah Gonesse, dekat Paris.

Kecelakaan itu menewaskan seluruh penumpang dan kru pesawat. Itulah tragedi yang menjadi penutup kisah tragis penerbangan supercepat Concorde yang melegenda.

Namun, meski sudah dipensiunkan, Concorde tetap menjadi salah satu mahakarya terhebat yang pernah dibuat oleh manusia.

Ditulis oleh Nazar

Hanya seseorang yang sangat suka dengan tempe penyet, mendoan dan klepon. Sangat tertarik dengan teknologi dan senang mencoba hal-hal baru.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0