in

Kumpulan Kata-Kata Soekarno Untuk Penyemangat di Hari Kemerdekaan

Soekarno

Virenial – Bung Karno yang dikenal sebagai proklamator kemerdekaan RI merupakan sosok pemimpin yang berkharisma dan berjiwa nasionalis.

Soekarno juga dikenal sebagai orator yang ulung dan pandai merangkai kata-kata serta pandai menarik perhatian sekitar.

Tidak hanya sebagai penyemangat, kata-kata dari Bung Karno juga memiliki makna yang dalam. Sehingga tidak heran jika hingga sekarang, kata-kata Bung Karno masih tetap diingat sebagai salah satu bagian dari sejarah Indonesia.

Kumpulan Kata-Kata dari Bung Karno

ilustrasi pidato soekarno Kumpulan Kata-Kata Soekarno Untuk Penyemangat di Hari Kemerdekaan

Di hari kemerdekaan Republik Indonesia, kata-kata dari Bung Karno bisa menjadi penyemangat di hari kemerdekaan.

Oleh karena itu, Virenial akan membagikan kutipan kata-kata Bung Karno yang melegenda, sebagai penyemangat di hari kemerdekaan 17 Agustus.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

— Soekarno

“Tetapi kecuali daripada itu, maka peristiwa menjadi merdekanya sesuatu bangsa yang tadinya dijajah oleh imperialisme bangsa lain, merdeka, betul-betul merdeka dan bukan merdeka boneka.”

“Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki bangsa yang jiwanya berkobar dengan tekad merdeka-merdeka atau mati.”

“Indonesia merdeka hanyalah suatu jembatan. Walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.”

“Janganlah mencoba mengelabui kami dengan kata-kata. Pilihan kami adalah merdeka atau mati.”

“Ketahuilah bahwa kemerdekaan barulah sempurna, bilamana bukan saja dari politik kita merdeka, dan bukan saja ekonomi kita merdeka, tetapi di dalam hati pun kita merdeka.”

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”

“Tidak ada satu negara yang benar-benar hidup jika tidak ada seperti kuali yang mendidih, jika tidak ada benturan keyakinan di dalamnya.”

“Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bistik tapi budak.”

“This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke!”

“Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”

“Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian.”

“I hate imperialism. I detest colonialism. And I fear the consequences of their last bitter struggle for life. We are determined, that our nation, and the world as a whole, shall not be the play thing of one small corner of the world”

“Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara.”

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0