in

Naruto Diprediksi Mati, Sang Kreator Berikan Komentar

Naruto Mati

Virenial – Kabar kematian Naruto dalam manga Boruto membuat para penggemarnya panik. Karakter manga yang kini menjadi Hokage di Konohakure ini memang sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat.

Karakter dalam manga yang dirilis pertama kali pada 1997 ini sudah memiliki jutaan penggemar di berbagai negara. Sejatinya, manga Naruto telah tamat pada tahun 2014, namun karena banyak penggemar yang masih ingin melihat Naruto, akhirnya Naruto tetap beraksi dalam manga Boruto.

Dalam manga tersebut, Naruto hanya berperan sebagai tokoh pendamping, sedangkan tokoh utamanya adalah putra dari Naruo, yakni Boruto.

Fans dari Naruto sebenarnya telah memahami sejak awal bahwa cepat atau lambat, kematian Naruto akan terjadi dalam manga Boruto.

Terlebih, dalam manga Boruto, Naruto hanyalah sebagai tokoh pendamping, hal ini membuat peluang Naruto untuk hidup lebih lama di manga Boruto jelas berkurang.

Kematian Naruto kemudian ramai diperbincangkan kembali setelah dalam manga Boruto chapter 50 kemarin, Naruto dihajar habis-habisan oleh Isshiki. Kemudian, dalam spoiler yang beredar, Naruto diprediksi akan mati dalam manga Boruto chapter 51 karena ia menggunakan kekuatan dari mode Kyuubi Rikkudo.

Komentar Masashi Kishimoto

Nasib Naruto sendiri sebenarnya sudah diungkapkan oleh sang kreator Naruto, Masashi Kishimoto dalam sebuah wawancara.

Dilansir dari laman Comicbook, wawancara terakhir yang dilakukan oleh Masashi Kishimoto dengan Weekly Shonen Jum pada tahun 2018 lalu itu membuat penggemar Naruto takut akan hal terburuk yang akan terjadi.

Edisi terbaru Jump memuat Kishimoto berbicara tentang masa depan Boruto, dan sepertinya sang creator sedang mencoba untuk menguatkan penggemar untuk kematian yang tidak terpikirkan.

“Saya pikir tidak apa-apa jika [Boruto] tidak benar-benar terikat pada Naruto. Jangka waktunya berbeda dan karena berbagai elemen orisinal bercampur dengan latar … Saya rasa saya ingin melakukannya dengan bebas, “ ujar Kishimoto kepada WSJ.

“Karena ini ‘Naruto’, saya rasa tidak apa-apa jika karakter yang selalu ada ini mati [di Boruto],” imbuhnya.

Dikutip dari laman Comicbook, Dalam teks aslinya, kata ‘Naruto’ di kurung dengan sesuatu yang disebut nijuukagikakko, tanda baca Jepang yang bertindak sebagai tanda kutip. Tanda tersebut membuat penggemar berpikir Kishimoto hanya merujuk pada Naruto sebagai franchise daripada karakter.

Tapi, tetap saja, fakta bahwa Kishimoto baik-baik saja dengan kematian karakter aslinya membuat penggemar agak panik.

Kemudian dalam wawancara tersebut, Kishimoto mengatakan kematian karakter dapat menambah bobot alur cerita di kemudian hari.

“Memiliki karakter yang bertambah berat atau mencoba untuk menurunkannya juga akan menjadi hal yang bisa dimainkan untuk Boruto. Namun, itu akan menjadi masalah jika karakter itu ditembak dengan peluru nyasar atau mati dalam ledakan,” begitu ujar Kishimoto sensei.

Meski begitu, penggemar tidak akan mengira serial Boruto akan membunuh karakter lama seperti Naruto dalam waktu lama.

Penggemar tidak hanya akan membuat kerusuhan karena kematian, tetapi kehilangan seseorang seperti Naruto atau Sasuke akan membuat penggemar bertanya-tanya apa gunanya Naruto dan Naruto Shippuden.

Meskipun Boruto tidak merasa terikat dengan batasan, franchise ini memiliki tanggung jawab untuk memvalidasi tahun-tahun loyalitas yang diberikan penggemar kepada mereka.

Dan, jika acara itu secara permanen menulis Naruto, penonton akan segera meninggalkan franchise tersebut karena patah hati.

Dan imbasnya, bisa saja serial Boruto akan sepi peminat. Namun, Kishimoto pernah mengatakan jika Boruto akan ememilki alur cerita yang lebih baik dan lebih seru dari serial Naruto. Jadi, nantikan saja kisah selanjutnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0