in ,

Ternyata Bayi Bisa Bedakan Siapa Orang yang Memeluknya

Sebuah studi dalam jurnal iScience mengungkapkan bahwa ternyata bayi mampu membedakan siapa orang yang memeluknya. Pelukan pada bayi ternyata juga memiliki dampak yang berbeda, tergantung siapa yang memeluknya.

Menurut studi dalam jurnal tersebut, denyut jantung bayi berusia dibawah satu tahun cenderung melambat ketika dipeluk daripada digendong.

Dan uniknya, pelukan yang diberikan oleh ayah atau ibu ternyata memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan pelukan dari orang lain.

Temuan ini menjadi bukti ilmiah pertama yang menunjukkan bahwa pelukan dapat membantu memperkuat ikatan antara orang tua dan bayi. Oleh karena itu, tak ada salahnya bila orang tua lebih membiasakan diri untuk memeluk anak mereka.

“Kita juga tahu bahwa anak-anak suka dipeluk oleh orang tua mereka. Tapi yang mengejutkan kami sebagai ilmuwan adalah betapa kecilnya hal yang kita ketahui mengenai pelukan,” ungkap salah satu peneliti dari Toho University Sachine Yoshida, seperti dilansir Health 24.

Mom and Baby

Menurut studi ini, bukan hanya bayi yang menjadi lebih tenang ketika dipeluk oleh orang tuanya, namun dampak yang menenangkan ini juga dapat dirasakan oleh orang tua.

“Kami menemukan bahwa bayi dan orang tua sama-sama menjadi relaks dengan berpelukan,” kata Yoshida.

Pada bayi, efek relaksasi dari berpelukan ini dapat terlihat pada usia empat bulan hingga satu tahun. Meski begitu, ada trik menggendong yang juga bisa dilakukan untuk menenangkan bayi di bawah usia empat bulan. Saat menggendong, gunakan satu tangan untuk memberikan sedikit tekanan pada punggung bayi.

Melalui studi ini, Yoshida menyimpulkan bahwa bayi mungkin tidak bisa berbicara, akan tetapi mereka bisa mengenali orang tua mereka dengan berbagai cara. Salah satunya, bayi yang sudah memasuki usia empat bulan mulai bisa mengenali orang tua mereka dari cara orang tua memberikan pelukan.

“Kami harap, mengetahui bagaimana perasaan bayi ketika dipeluk dapat meringankan rasa lelah fisik dan psikologis dari merawat bayi (yang mungkin dirasakan orang tua),” tutur Yoshida.

Ditulis oleh Anisa

Pemerhati tanda-tanda sederhana :)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0