in

Gowes Sepeda Sedang Ngetren, Toko Sepeda Laris Manis

Gowes Sepeda

Di balik wabah corona yang melanda berbagai negara di dunia termasuk Indonesia ternyata membuat banyak orang menjadi sadar akan pentingnya olahraga dan pola hidup sehat.

Salah satu olahraga yang sedang menjadi tren di masa pandemi sekarang ini adalah bersepeda. Banyak orang dari berbagai kalangan yang mulai kembali tertarik untuk gowes sepeda.

Tren ini pun tampaknya menjadi berkah bagi para pengusaha toko dan bengkel sepeda di balik wabah corona yang tengah melanda.

Banyak orang yang mendatangi toko atau bengkel sepeda untuk membeli atau merakit sepeda sesuai dengan keinginan. Tidak seperti biasanya, kini banyak toko-toko sepeda yang ramai dan laris manis diburu pembeli, bahkan sampai ada yang kehabisan stok.

Karena meningkatnya permintaan sepeda dari para konsumen, banyak toko dan perakit sepeda yang kewalahan untuk memenuhi permintaan pembeli. Hal ini membuat harga sepeda naik 20 hingga 30 persen dari harga biasa.

Namun, kenaikan harga tak mengurungkan niat para pemburu sepeda untuk bisa mendapatkan sepeda yang diinginkan.

Hanya Fenomena Sesaat?

Gowes Sepeda Sehat

Meningkatnya minat masyarakat untuk menggowes sepeda di masa pandemi ini menjadi berkah para pelaku industri sepeda.

Meski begitu, Ketua Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia, Rudiyono menilai bahwa ini hanyalah fenomena sesaat yang akan kembali normal dalam beberapa bulan kedepan.

“Ini ibaratnya hanya sesaat aja kayanya, nanti kembali ke normal lagi,” katanya, dikutip Virenial dari CNBC Indonesia.

Meski begitu, ia mengaku bahwa fenomena ini sangat membantu para pengusaha sepeda untuk tetap bertahan, bahkan ia menyebut bahwa fenomena ini seperti surprise di tengah masa pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi prihatin seperti ini kita pun surprise. Nggak sangka sebenarnya kebutuhannya kok jadi kaya gini, orang di rumah semua, nggak keluar, kok malah gini,” ujar Rudiyono.

Penyebab Gowes Menjadi Tren di Masa Pandemi

Rudiyono memperkirakan ada hal yang menjadi penyebab masyarakat memilih gowes sepeda di masa pandemi. Yang utama adalah karena masyarakat yang ingin kembali beraktivitas di luar rumah, namun dengan tujuan untuk menyehatkan tubuh, alhasil gowes sepeda menjadi pilihannya.

Kemudian, terbatasnya akses ruang publik dan transportasi umum juga disinyalir menjadi penyebab munculnya fenomena ini.

“Mungkin pengaruh Gojek dan sebagainya nggak beroperasi, kesulitan akses ruang publik terbatas, makanya gunakan sepeda,” kata Rudiyono.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0