in ,

5 Tanda Bayi yang Mengalami Overstimulasi

Overstimulasi pada bayi

Memberikan stimulasi pada bayi di usia yang tepat memang hal yang baik untuk dilakukan, namun jangan sampai overstimulasi. Sebab, hal itu bisa memberikan dampak yang kurang baik untuk bayi.

Perkembangan otak bayi sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang diterimanya. Oleh karena itu, memberikan stimulasi yang tidak berlebihan atau overstimulasi juga menjadi hal yang harus sangat diperhatikan oleh orang tua.

Beberapa dampak buruk mungkin bisa saja terjadi pada bayi jika mendapatkan stimulasi berlebih, diantaranya adalah bayi lebih cepat lelah serta berisiko mengganggu imunitasnya.

Tanda Bayi Overstimulasi

Tanda overstimulasi pada bayi

Sebagai orang tua, sangat dianjurkan untuk mengetahui dampak-dampak yang dapat terjadi jika bayi mendapatkan stimulasi berlebih.

Stimulasi berlebih yang diterima bayi akan sangat membebani bayi dan membuatnya kelelahan. Hal ini akan meningkatkan produksi hormon kortisol, yaitu hormon stres yang dapat mempengaruhi tubuhnya, termasuk otak.

Berikut ini adalah tanda-tanda bayi yang mengalami overstimulasi.

Bayi Menjadi Lebih Rewel

Salah satu tanda bayi yang mendapatkan stimulasi berlebih adalah ia menjadi lebih rewel. Mengutip dari Young Parents, ketika bayi mendapatkan terlalu banyak sentuhan dari orang lain, kemungkinan ia akan lebih mudah menangis.

Bayi akan merasa tidak nyaman jika terlalu banyak orang di sekelilingnya dan terlalu sering disentuh banyak orang. Bila hal ini terus terjadi, ia akan akan tumbuh menjadi anak yang sensitif dan mudah tersinggung.

Bayi Menjadi Mudah Lelah

Stimulasi berlebih pada bayi juga bisa membuatnya menjadi lebih mudah lelah.

Dilansir dari Kumparan, cobalah perhatikan perilaku bayi kamu. Bila ia tidak mengambil mainan terbaru yang kamu belikan untuknya atau tidak semangat bergerak, kemungkinan dia merasa lelah. Itu bisa jadi pertanda bayi Anda mendapat stimulasi berlebih.

Bayi Mudah Gelisah

Bila bayi kamu mulai menunjukkan wajah gelisah ketika kamu berencana ingin melakukan suatu kegiatan bersamanya, bisa jadi itu karena ia merasa khawatir bahwa akan mendapat stimulasi lagi dari kamu.

Selain tu, si kecil lambat laun belajar bagaimana kamu akan melakukan segala cara untuknya dan dia tidak perlu memikirkan sendiri.

Bayi Akan Sulit Tertidur

Untuk tertidur, diperlukan ketenangan dan suasana yang rileks. Bila kamu terus-menerus menyentuhnya, menggendongnya, dan banyak melakukan stimulasi lainnya, ia bisa tidak kunjung tenang.

Stimulasi yang berlebihan membuatnya terlalu aktif menjelang waktu tidur, dan dia akan sulit untuk menghentikannya.

Mengalami Perubahan Suasana Hati

Bayi kamu baru saja tertawa saat kamu bermain dengannya. Tapi, menit berikutnya, tawanya berubah menjadi air mata. Jika hal ini sering terjadi, bisa saja anak kamu mengalami overstimulasi. Bila terus berlanjut, kemungkinan si kecil akan mengalami gangguan mood.

Selain itu, tanda-tanda lain bayi yang mengalami overstimulasi antara lain:

  • Tangisnya menjadi lebih kencang dari biasanya.
  • Memalingkan wajahnya saat diajak bicara atau bercanda.
  • Menghentak-hentakkan kaki atau mengepalkan tangannya.

Cara Mengatasi Overstimulasi pada Bayi

Jika kamu melihat tanda-tanda di atas pada bayi kamu, segeralah untuk mengambil tindakan. Hal yang paling baik untuk mengatasi bayi yang mengalami overstimulasi adalah dengan memberikannya ketenangan.

Kamu bisa membawa si kecil ke kamarnya dan redupkan lampu, jika sedang berada di rumah.

Namun jika sedang berada di luar rumah, kamu bisa meletakkan Si Kecil di kereta dorong kemudian berikan ia selimut. Selimut ini akan membuatnya menjadi lebih tenang.

Cara Mencegah Overstimulasi pada Bayi

Overstimulasi bisa saja dilakukan tanpa sengaja oleh orang tua, mungkin bisa saja karena sedang sangat senang bermain dengan anak, sehingga tanpa sadar memberikan stimulasi berlebih pada anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu lebih sensitif terhadap tanda bayi yang mengalami stimulasi berlebih. Selain itu, beberapa pencegahan ini bisa dilakukan agar tidak memberikan stimulasi berlebihan pada anak.

  • Jangan melakukan stimulasi di waktu bayi akan tidur atau ketika bayi sedang tidur.
  • Hindari penggunaan gadget atau mainan yang mengeluarkan suara keras dan sinar yang terang untuk menstimulasi bayi.
  • Usahakan agar waktu stimulasi dan waktu istirahat bayi teratur

Itulah beberapa tanda stimulasi berlebihan yang dialami pada bayi. Sebagai orang tua, sangat wajib untuk menjaga pertumbuhan buah hati agar terus tumbuh sehat dan cerdas.

Oleh karena itu, berikan stimulasi pada bayi secukupnya dan jangan berlebihan agar bayi tidak mengalami overstimulasi.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0