in

Sifat yang Bisa Menghapus Amal Baik

Taj Mahal Agra India

Amal yang baik akan memberikan manfaat di akhirat kelak. Oleh karena itu, Rasulullah memerintahkan umatnya untuk selalu melakukan amal-amal baik yang dapat mendatangkan pahala sebagai bekal kehidupan di akhirat.

Melakukan amal baik bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari taat beribadah, saling menolong sesama manusia, bersedekah, dan masih banyak lagi.

Agar amal yang dikerjakan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, hendaknya amal yang dilakukan harus dengan ikhlas karena Allah Ta’ala. Selain itu, jangan pernah memiliki sifat yang bisa mengapus amal baik yang dimiliki.

Sifat tersebut adalah ujub, sifat tersebut bisa membatalkan amal baik. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri.” [HR. At-Tabrani]

Ujub adalah

Ujub adalah sifat seseorang yang selalu mengagumi dan membanggakan diri sendiri, merasa memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain.

Sifat ini bisa menjerumuskan seseorang pada sifat takabur atau sombong. Imam Al-Ghazali berkata, “Ujub merupakan kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah.”

Sifat tercela ini harus dihindari karena selain bisa menghapus amal-amal baik, sifat ini juga menjadi salah satu yang menyebabkan seseorang menjadi sombong dan merendahkan orang lain.

Ujub merupakan sifat yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti yang dijelaskan dalam Alquran,

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [QS. Luqman ayat 18]

Selain itu, orang-orang yang memiliki sifat ujub adalah termasuk golongan yang merugi di akhirat. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

“Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut kembali pemberiannya, seorang yang durhaka, dan pecandu minuman keras.” [HR. Nasa’i]

Semoga, kita semua dapat terhindar dari sifat ujub yang bisa menghapus pahala yang menjadikan kita sebagai golongan yang merugi di akhirat.

Ditulis oleh Nazar

Hanya seseorang yang sangat suka dengan tempe penyet, mendoan dan klepon. Sangat tertarik dengan teknologi dan senang mencoba hal-hal baru.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0