in

Kisah Penciptaan Alam Semesta dalam Al-Qur’an

Dalam buku-buku sains dan ilmu pengetahuan modern telah disebutkan bahwa alam semesta ini tercipta dari sebuah ledakan dahsyat yang terjadi sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu.

Big Bang atau ledakan dahsyat yang terjadi 13 miliar tahun yang lalu itu dipercaya sebagai awal mula dari terbentuknya alam semesta, termasuk Bumi yang kita tinggali sekarang ini.

Dalam kepercayaan penganut agama Islam, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti terjadi atas kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala. Termasuk dalam penciptaan alam semesta yang sangat luas ini.

Allah berfirman:

“Dia (Allah) pencipta langit dan bumi…” [QS. Al-An’am [6] ayat 101]

Di dalam Al-Qur’an, ada banyak ayat-ayat yang membahas dan menerangkan tentang bagaimana Allah menciptakan alam semesta ini.

Ayat-ayat dalam Al-Qur’an itu menjadi bukti bahwa selama ini, Al-Qur’an dan perkembangan sains selalu berjalan seiring dan tidak berlawanan. Beginilah kisah penciptaan alam semesta dalam Al-Qur’an.

Pemisahan Langit dan Bumi

Ilustrasi

Dalam teori Big Bang, alam semesta ini tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal.

Yang berarti, sebelum alam semesta ini tercipta, seluruh materi alam semesta berada dalam satu titik tunggal, termasuk langit dan bumi.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 30, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” [QS. Al-Anbiya [21] ayat 30]

Dalam ayat diatas diterangkan dengan sangat jelas bahwa dahulu sebelum kehidupan ini ada, langit dan bumi itu menyatu yang kemudian Allah pisahkan keduanya dan jadilah alam semseta ini, termasuk Bumi.

Ayat diatas juga membuktikan bahwa jauh sebelum ilmu pengetahuan modern menemukan fakta bahwa alam semesta dulunya merupakan sebuah kesatuan, Al-Qur’an sudah menjelaskan hal tersebut 14 abad yang lalu.

Alam Semesta Mengembang

Ilustrasi

Para ilmuwan sains modern mengatakan bahwa sejak pertama kali jagat raya ini tercipta, alam semesta terus mengembang hingga sekarang.

Ya, alam semesta ini tidak tetap. Galaksi-galaksi yang berada di alam semesta ini terus bergerak saling menjauh dan membuat alam semesta ini mengembang dari yang dulunya hanya berasal dari sebuah ledakan dahsyat titik tunggal, hingga menjadi ruang waktu yang tak terukur besar dan luasnya hingga sekarang.

Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa alam semseta ini memang sangat luas dan berkembang:

“Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.” [QS. Adh-Dhariyat [51] ayat 47]

Kata ‘langit’, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al-Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta.

Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, di sini Al-Qur’an menjelaskan bahwa alam semesta memang mengalami perluasan atau mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Sudah banyak ilmuwan terkenal yang mengatakan bahwa alam semesta ini mengembang dan segala sesuatunya bergerak saling menjauhi satu sama lain.

Sekali lagi, Al-Qur’an menjelaskan fakta tersebut 14 abad silam, dimana ilmu astronomi pada masa itu masih sangat terbelakang.

Ditulis oleh Nazar

Hanya seseorang yang sangat suka dengan tempe penyet, mendoan dan klepon. Sangat tertarik dengan teknologi dan senang mencoba hal-hal baru.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0