in ,

Kisah Nabi Adam ‘Alaihis Salam, Khalifah Pertama di Muka Bumi

Heaven

Kisah Nabi Adam ‘Alaihis Salam dan Hawa sebagai manusia pertama sekaligus khalifah pertama di muka bumi tercantum dalam kitab suci Alquran.

Selain dalam kitab suci agama Islam (Alquran), kisah Nabi Adam ‘Alaihis Salam sebagai manusia pertama juga tertulis dalam kitab suci agama Yahudi (Tanakh) dan Kristen (Alkitab).

Di dalam Alquran, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia dan menjadikannya sebagai khalifah di muka bumi.

Sebagaimana firman-Nya dalam Alquran berikut:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” [QS. Al Baqarah ayat 30]

Kisah Penciptaan Nabi Adam ‘Alaihis Salam

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengumumkan kepada para malaikat bahwa Dia hendak menciptakan seorang khalifah di muka bumi, para malaikat bertanya kepada Allah tentang hikmah penciptaan tersebut.

Para malaikat memandang bahwa mereka lebih pantas untuk menerima peran tersebut, sebab malaikat adalah makhluk yang selalu taat kepada Allah.

Sedangkan menurut pandangan para malaikat, manusia adalah makhluk yang cenderung akan membuat kerusakan serta menumpahkan darah di muka bumi.

Namun, Allah Azza wa Jalla adalah Tuhan yang Maha Mengetahui segala sesuatu, dan Allah pun menjawab pertanyaan para malaikat dengan berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”, sebagai penegasan bahwa ilmu dan pengetahuan Allah itu sangat luas dan tidak terbatas, sedangkan pengetahuan dan ilmu malaikat itu terbatas.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Nabi Adam, Dia menciptakan Adam dari tanah dengan bentuk yang sempurna.

Allah Azza wa Jalla kemudian meniupkan ruh Nabi Adam dan membekali makhluk ciptaan-Nya yang sempurna ini dengan akal dan kecerdasan.

Akal dan kecerdasan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia adalah suatu anugerah yang sangat luar biasa sebagai bekal untuk menjalankan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Kemuliaan Nabi Adam ‘Alaihis Salam

Ketika Allah telah selesai menciptakan Nabi Adam, Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian memperkenalkan makhluk ciptaan-Nya itu kepada para malaikat di dalam surga.

Kemudian, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam ‘Alaihis Salam. Para malaikat pun taat kepada perintah Allah Azza wa Jalla untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Namun, ada 1 makhluk yang menolak untuk menuruti perintah Allah tersebut, dia adalah Iblis.

Iblis merasa bahwa dirinya lebih mulia dari Adam, sebab dirinya diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Kisah ini Allah abadikan dalam Alquran:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.” [QS. Al Baqarah ayat 34]

Dalam ayat lain, kisah dilaknatnya Iblis oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala diterangkan dalam Aqluran,

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.” [QS. Al-A’raf ayat 11]

“(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” [QS. Al-A’raf ayat 12]

Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Adam

Setelah menciptakan Adam, Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian menciptakan Hawa sebagai pendamping atau istri Nabi Adam.

Hawa diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari tulang rusuk Nabi Adam. Keduanya dipersilahkan oleh Allah untuk hidup dan bersenang-senang di dalam surga.

Allah menghalalkan apapun yang ada di dalam surga, kecuali satu jenis buah yang Allah larang bagi keduanya. Jenis buah yang disebutkan itu tidak dijelaskan secara rinci, beberapa ulama mengatakan bahwa buah tersebut adalah buah Khuldi.

“Dan Kami berfirman, “Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zhalim!” [QS. Al Baqarah ayat 35]

Kisah Nabi Adam dan Hawa Diturunkan ke Bumi

kisah nabi adam sang manusia dan khalifah pertama

Iblis, yang sebelumnya menolak untuk bersujud kepada Adam atas perintah Allah akhirnya telah dilaknat oleh Allah.

Hal itu membuat Iblis dendam dan sangat membenci Adam. Segala cara dilakukan oleh Iblis untuk bisa membuat Adam dan Hawa keluar dari surga.

Iblis kemudian membujuk Adam dan Hawa untuk mengabaikan perintah Allah agar tidak mendekati pohon yang Allah larang tersebut. Dengan berbagai cara dan tipu muslihat, Iblis akhirnya mampu memperdaya Adam dan Hawa.

Tidak hanya berhasil membuat Adam dan Hawa mendekati pohon yang telah Allah larang untuk didekati itu, Adam dan Hawa bahkan terperdaya oleh tipu daya Iblis hingga memakan buah dari pohon yang diharamkan untuk didekati tersebut.

Kisah Nabi Adam dan Hawa ini diabadikan di dalam Alquran:

“Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” [QS. Taha ayat 120]

Setelah memakan buah dari pohon tersebut, aurat dari Nabi Adam dan Hawa pun terbuka. Mereka merasa sangat malu, hingga menutupi aurat-aurat mereka menggunakan daun-daun yang ada di surga.

“Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia.” [QS. Taha ayat 121]

Setelah itu, Nabi Adam dan Hawa sadar dan merasa malu karena telah melanggar perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka kemudian bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.

Allah pun akhirnya mengampuni keduanya dan menurunkan keduanya dari surga ke bumi dan menjadikan Nabi Adam sebagai khalifah pertama di muka bumi.

Beberapa riwayat tentang kisah Nabi Adam ada yang menyebutkan bahwa ketika diturunkan, Nabi Adam diturunkan di daratan Hindustan, sementara sang istri, Siti Hawa, diturunkan di Jeddah.

Keduanya kemudian bertemu setelah terpisah jarak dan waktu yang cukup lama, tempat pertemuan mereka berdua dipercaya berada di sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Jabal Rahmah.

Kisah Kehidupan Hingga Kematian Nabi Adam

Setelah keduanya bertemu kembali, mereka hidup bersama dan memiliki keturunan. Allah memberkahi keduanya dengan keturunan yang selalu terlahir kembar laki-laki dan perempuan.

Menurut kisah, anak pertama dari Nabi Adam dan Hawa adalah Qabil dan Iqlima, sementara anak kembar kedua mereka bernama Habil dan Labuda.

Karena pada zaman tersebut Nabi Adam adalah manusia pertama di muka bumi, maka tidak ada manusia lain selain mereka.

Atas petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, setelah anak-anak Nabi Adam beranjak dewasa, Nabi Adam diperintahkan untuk mengawinkan anak-anak mereka secara silang.

Qabil dijodohkan dengan Labuda, sementara itu Habil dijodohkan dengan Iqlima. Namun, Qabil menolak keputusan ayahnya tersebut karena menganggap bahwa Labuda tidak secantik kembarannya, yaitu Iqlima.

Karena penolakan Qabil tersebut, Adam kemudian memerintahkan Qabil dan Habil untuk mempersembahkan qurban, barangsiapa yang qurbannya diterima oleh Allah, maka dialah yang berhak menikah dengan Iqlima.

Ketika mereka mempersembahkan qurban tersebut, Allah memilih qurban dari Habil dan tidak menerima qurban dari Qabil, sehingga Habil yang akan menikah dengan Iqlima.

Qabil yang tidak terima kemudian terhasut oleh bujuk rayu Iblis hingga akhirnya tega membunuh saudara kandungnya sendiri, yaitu Habil.

Kisah tentang pembunuhan manusia pertama di muka bumi yang dilakukan oleh anak Nabi Adam tersebut diabadikan dalam Alquran sebagai berikut,

“Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.” [QS. Al-Ma’idah ayat 30]

Setelah membunuh Habil, Qabil kebingungan untuk mengurus jenazah saudaranya itu. Kemudian, Allah mengutus burung gagak untuk memberikan pelajaran kepada Qabil untuk mengubur mayat saudaranya itu,

“Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil). Bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.” [QS. Al-Ma’idah ayat 31]

Mengenai tentang kisah wafatnya Nabi Adam, banyak yang berpendapat bahwa Nabi Adam ‘Alaihis Salam wafat pada hari Jum’at, usia Nabi Adam dipercaya mencapai 1.000 tahun.

Itulah kisah manusia pertama di muka bumi, yaitu Adam ‘Alaihis Salam.

Semoga kisah dari Nabi Adam dan Hawa ini bisa diambil pelajaran yang berharga untuk kita semua.

Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0