in ,

Waraqah bin Naufal, Orang Pertama yang Meyakini Kerasulan Muhammad

Makkah

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam baru saja menerima wahyu pertamanya, keagungan wahyu Allah membuat hatinya bergetar.

Beliau bahkan sampai menggigil dan gemetar setelah melihat wujud malaikat Jibril dalam bentuk yang asli saat dalam perjalanan pulang setelah menerima wahyu.

Sesampainya di rumah, Rasulullah meminta istri tercintanya, Khadijah binti Khuwailid, untuk menyelimutinya. Kemudian setelahnya, Rasulullah menceritakan peristiwa yang baru saja dialami beliau di Gua Hira.

Mendengar cerita dari suaminya, Khadijah lalu mengajak Nabi Muhammad untuk menemui sepupunya, yakni Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza.

Ia adalah orang yang menguasai kitab-kitab terdahulu, dan dia juga merupakan orang yang lurus, karena disaat orang-orang Quraisy melakukan perbuatan syirik dan menyembah berhala, ia tetap teguh dengan keyakinannya untuk menolak menyembah berhala karena bertentangan dengan tradisi agama-agama terdahulu yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam.

Ketika Rasulullah telah sampai dan bertemu dengan Waraqah, beliau kemudian menceritakan peristiwa yang barusaja dialami dengan sangat detail. Setelah mendengar cerita dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Waraqah berkata,

“Berbahagialah, kemudian berbahagialah. Aku bersaksi bahwa kau adalah orang yang (dijanjikan) membawa kabar gembira oleh (Isa) putra Maryam. Sesungguhnya kau (didatangi malaikat) seperti an-Namus al-Akbar (Jibril) untuk Musa. Sesungguhnya kau adalah nabi yang diutus. Sesungguhnya kau akan diperintahkan untuk berjihad setelah harimu (diangkat menjadi nabi) ini, dan andai aku masih bertemu masa itu, sungguh, aku akan berjihad bersamamu.” [Imam Abu Bakr al-Baihaqi, Dalâ’il al-Nubuwwah, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1988, juz 2, hlm 158-159]

Waraqah bin Naufal meyakini dan percaya bahwa Muhammad memang benar-benar Nabi dan Rasul Allah yang telah dikabarkan dalam kitab-kitab terdahulu.

Ia bahkan berkata kepada Rasulullah, bahwa dirinya akan menjadi orang pertama yang menolong Rasulullah dengan segala upaya ketika Rasulullah diusir oleh kaumnya.

“Seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu. Seandainya aku ada saat itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku,” kata Waraqah kepada Rasulullah.

Namun Waraqah tak mengalami masa-masa yang telah diucapkannya di mana kaum kafir Quraisy menyakiti Nabi setelah mendapatkan wahyu. Sebab Waraqah terlebih dulu meninggal dunia.

Masjid Indah Sore Hari

Kedudukan Waraqah bin Naufal di Akhirat

Banyak riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah mengatakan jika Waraqah bin Naufal berada di surga.

Imam Abu al-Qasim al-Suhaili (508-581 H) dalam al-Raudl al-Unuf menulis satu paragraf khusus membahas kedudukan Waraqah bin Naufal di akhirat. Beliau menulis:

“Waraqah adalah seseorang yang beriman kepada nabi sebelum masa diutus, al-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: (Aku melihat Waraqah bin Naufal dalam mimpi, dia mengenakan baju putih. Jika dia termasuk ahli neraka, dia tidak akan mengenakan baju putih). Hadits ini lemah dalam isnadnya karena ada Utsman bin Abdurrahman, tetapi hadits tersebut dikuatkan dengan perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini: (Aku melihat pendeta—maksudnya Waraqah—dia mengenakan baju sutera, karena dia adalah orang pertama yang beriman kepadaku dan membenarkanku).” [Imam Abu al-Qasim al-Suhaili, al-Raudl al-Unuf Syarh al-Sîrah al-Nabawiyyah lî Ibn Hisyâm, 2008, juz 1, h. 362]

Itulah kisah dari seorang Nasrani yang menjadi orang pertama yang membenarkan kenabian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Wallahu A’lam.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0