in

Bacaan Doa Ketika Bertaubat dari Dosa

Taubat dan Berdoa

Virenial – Manusia merupakan makhluk yang tidak pernah luput dari salah dan dosa. Meski begitu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat kepada-Nya, sebab Allah memiliki sifat Yang Maha Pengampun.

Taubat adalah salah satu cara untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan di masa lalu dengan cara memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta mengakui kesalahan-kesalahan dan dosa yang diperbuat.

Taubat nasuha merupakan taubat yang terbaik, dengan bertaubat dengan taubat nasuha, seseorang akan memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berjanji untuk tidak mengulangi hal-hal dosa lagi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai….” [QS. At-Tahrim ayat 8]

Doa Untuk Bertaubat dari Dosa

unknown person sitting indoors
Photo by Ali Arapoğlu on Pexels.com

Ada sebuah doa indah yang dapat dipanjatkan untuk bertaubat dari dosa-dosa yang pernah dilakukan, seperti ini bunyinya:

اللّٰهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللّٰهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَ بْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللّٰهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَآءِ وَالْبَرَدِ.

“Allahumma ba’id bay-ni wa bay-na kha-ta-yaya ka-ma ba’ad-ta bay-nal-mash-riqi wal-maghrib. Allahumma naq-qi-nee mi-nal kha-ta-ya ka-ma yu-naq-qas-thaw-bul ab-ya-du minad-da-nas. Allahummagh-sil kha-ta-ya-ya bil-ma’i wath-thal-ji wal-ba-rad.”

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan butiran es” [HR Bukhari 1/181, Muslim 1/419]

Doa dalam hadits tersebut mengandung tiga unsur permohonan, yaitu:

  • Memohon dijauhkan dari kesalahan maupun siksa yang diakibatkannya agar tidak terjatuh ke dalam dosa.
  • Memohon disucikan dari kesalahan yang sudah terlanjur dilakukan.
  • Memohon agar ditambah kesucian, berupa bersih dari pengaruh buruk kesalahan.

Doa tersebut juga dikenal sebagai doa iftitah dalam shalat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0