in

4 Target di Bulan Ramadhan yang Harus Dicapai

Ibadah puasa di bulan Ramadan adalah wajib bagi orang-orang yang beriman. Setidaknya, harus ada target ibadah di bulan Ramadan yang harus dicapai ketika menjalankan ibadah Ramadan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan puasa di bulan Ramadhan bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana yang telah Allah perintahkan dalam firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” [QS. Al-Baqarah ayat 183]

Masjid Sore Ramadhan

Puasa adalah ibadah yang diwajibkan dan memiliki banyak keutamaan. Oleh karena itu, sedikitnya ada empat target yang harus kita capai dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Khususnya dalam konteks mengemban amanah perjuangan, menyebarkan dan menegakkan nilai-nilai kebenaran Islam yang kita yakini sebagai pedoman hidup ini.

1. Memperkuat Aqidah di Dalam Hati

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk berpuasa agar kita menjadi orang yang bertakwa kepada Allah.

Dengan puasa, kita akan menjadi merasa lebih dekat, takut dan tunduk kepada perintah-perintah Allah.

Saat sedang berpuasa, kita juga bisa belajar untuk mengendalikan dan menahan hawa nafsu, memiliki kesadaran untuk selalu taat dalam menunaikan kewajiban, serta menjaga hati dan pikiran agar tidak rusak oleh hal-hal yang merusak kedekatan dan ketundukan kepada Allah.

Orang yang bertakwa adalah cermin dari kekuatan akidahnya. Artinya, kekuatan akidah kita akan sejalan seiring dengan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan melalui puasa, aqidah kita harus lebih kuat dan dari kekuatan akidah atau keyakinan kita itulah, maka ketakwaan kita pun akan menjelma menjadi lebih sempurna.

Dan ketika itulah, seorang manusia menjadi makhluk yang mulia di sisi Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“…Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” [QS. Al-Hujurat ayat 13]

2. Memperkuat Hububngan dengan Allah

Puasa akan menjadikan manusia menjadi lebih dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjadikan kita tunduk dan patuh akan perintah-Nya.

Ketika perilaku yang di luar Ramadhan atau di luar puasa itu halal, seperti makan, minum dan berhubungan dengan suami atau istri, tapi itu menjadi sesuatu yang dilarang untuk dilakukan di siang bulan Ramadhan atau di saat berpuasa.

Jika seseorang bisa melakukan hal ini selama satu bulan penuh, pasti semata karena ada nilai dan kedudukan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kuat di dalam hati orang yang berpuasa.

Kita menjadi lebih tunduk kepada Allah, meskipun sebenarnya hal-hal yang dilarang saat berpuasa itu bisa kita lakukan.

Jadi, puasa ini pasti menjadi pertanda hubungan yang baik kepada Allah yang menjelma dalam bentuk kepatuhan kepada-Nya.

Dengan menjadi lebih dekat kepada Allah, kita akan selalu merasa diawasi dalam melakukan hal-hal apapun dalam kehidupan kita.

Sehingga, kita akan selalu memilih untuk melakukan tindakan-tindakan yang lurus dan tidak menyimpang dari ketentuan Allah, itulah yang menyebabkan hidup kita menjadi damai dan teduh.

3. Memperkuat Hubungan Antar Manusia

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang dilakukan oleh kaum muslimin secara serentak di seluruh dunia.

Kita merasakan satu hal yang sama, yakni lapar dan haus dan sama-sama berjuang untuk mampu menahan dan mengendalikan diri dari melakukan sesuatu yang tidak dibenarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Nilai keserentakan bisa menghasilkan kebersamaan dan hubungan yang baik dengan sesama muslim.

Semangat kebersamaan merupakan modal yang sangat berharga bagi upaya perjuangan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Apalagi Dia amat mencintai orang yang berjuang secara bersama-sama dengan kerjasama yang baik, Allah berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam suatu barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” [QS. As Shaff ayat 4]

Keserentakan dalam melakukan ibadah Ramadhan, juga melahirkan makna kekompakan antar sesama kaum Muslimin.

Kekompakan dalam menyikapi suatu piliha, kekompakan dalam menghadapi suatu masalah, kekompakan dalam mengatasi problematika hidup, termasuk kekompakan dalam membuat pilihan-pilihan sosial dan politik.

Inilah ruh kebersamaan yang lahir dalam ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tidak mudah dicerai berai, tidak gampang difitnah dan diadu domba.

Kita merasakan hal yang sama, menjalankan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan apapun yang menghalangi ketaatan dan ketundukan pada Allah, kita sama-sama merasakannya sebagai sesuatu yang harus dihindari.

Di bulan Ramadhan, kita lebih memandang kepentingan publik atau sosial yang diyakini lebih bisa memelihara ketaatan dan ketundukan masyarakat kepada Allah.

Di bulan Ramadhan, penilaian kita terhadap banyak masalah menjadi lebih didasari pertimbangan, apakah sikap kita dan sikap masyarakat kita, lebih berpihak pada ketundukan pada syariat atau tidak.

Di bulan Ramadhan, kita lebih memiliki keyakinan yang kuat untuk menjatuhkan pilihan pada apa yang menjadi keinginan umat Islam secara bersama-sama, dan lebih memberi harapan pada kehidupan keagamaan yang lebih baik.

4. Memperkokoh Jiwa Ketabahan

Dalam hidup ini, dalam kekuatan konsitensi dan ketabahan adalah sesuatu yang harus kita miliki.

Ketabahan tidak muncul dengan sendirinya, dan karenanya setiap kita harus mendapat pemahaman dan melakukan latihan agar kita memiliki ketabahan itu.

Puasa di bulan Ramadhan adalah sarana pelatihan ketabahan yang luar biasa.

Kita menjadi lebih berdaya tahan dalam mempertahankan nilai-nilai kebenaran yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, meskipun dalam kondisi yang sulit seperti haus dan lapar.

Kehidupan ini ibarat kita berjalan di atas jalanan yang banyak persimpangan.

Di persimpangan yang banyak itu, banyak pula godaan, bisikan yang menarik agar kita tidak melanjutkan perjalanan atau menyimpangkan langkah ke jalan yang berbeda.

Maka puasa di bulan Ramadhan membentuk kekuatan kita untuk tabah, untuk tangguh, untuk tetap berada di dalam jalan perjuangan, di jalan kebaikan, di jalan yang mengarah pada hidupnya nilai-nilai Islam di masyarakat.

Keempat target yang penting kita capai dalam bulan Ramadhan di atas akan mencetak kita semua sebagai pribadi-pribadi pemimpin yang berhasil dalam menjalankan kepemimpinannya.

Kepemimpinan dalam lingkup keluarga, masyarakat, atau negara, harus memiliki empat target yang harus dicapai dalam bulan Ramadhan.

Keyakinan yang kuat kepada Allah, hubungan yang kuat kepada Allah, hubungan yang kuat dengan sesama, dan mental yang kuat dalam membela kebenaran.

Keempat target bulan Ramadhan itu, sekaligus menjadi karakter yang bisa menjadi kriteria pemimpin yang seharusnya kita pilih untuk memimpin masyarakat kita ke depan.

What do you think?

Written by Nazar

Hanya seseorang yang sangat suka dengan tempe penyet, mendoan dan klepon. Sangat tertarik dengan teknologi dan senang mencoba hal-hal baru.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0