in ,

Waspada Corona di Indonesia, Kenali Gejala Virus Corona

Kasus positif corona di Indonesia baru-baru ini membuat masyarakat harus waspada terhadap penyebaran virus corona. Untuk itu, maysarakat harus mengenali gejala virus corona pada manusia.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan secara resmi mengenai kabar 2 warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus Wuhan ini.

2 WNI yang terjangkit virus corona itu dikabarkan terinfeksi virus corona setelah melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang belakangan diketahui telah terinfeksi virus corona.

Kejadian ini merupakan kasus positif corona pertama yang terjadi di Indonesia.

Kenali Gejala Infeksi Virus Corona

Waspada corona virus di Indonesia

Maysarakat Indonesia harus waspada dengan penyebaran virus corona. Terlebih lagi, saat ini sudah ada pengumuman resmi dari pemerintah bahwa corona sudah masuk ke Indonesia.

Langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona harus selalu dilakukan agar tubuh terhindar dari serangan virus yang mematikan ini.

Selain itu, masyarakat juga harus bisa mengenali gejala corona agar selalu waspada terhadap virus ini.

Perlu diketahui, virus corona ini menyerang sistem pernapasan. Untuk gejalanya sendiri sekilas hampir mirip dengan gejala flu biasa.

Keduanya sama-sama memiliki gejala berupa batuk, demam, dan flu. Namun, gejala pada infeksi corona memiliki beberapa perbedaan.

Dari penelitian yang dilakukan terhadap 149 pasien di Rumah Sakit Zhongnang, diketahui ada pola khas terkait dengan infeksi virus Covid-19, beberapa diantaranya yaitu:

  • Sekitar 99 persen pasien mengalami suhu tinggi, sedangkan lebih dari setengahnya mengalami kelelahan dan batuk kering.
  • Lebih dari sepertiganya mengalami nyeri otot serta mengalami kesulitan bernapas.
  • Jarang muncul gejala awal tepat setelah seseorang terinfeksi.

Seorang ahli epidemiologi asal Amerika Serikat bahkan menyebutkan bawha pasien bahkan bisa terinfeksi tanpa muncul gejala selama lima hari atau lebih.

Setelah itu, ketika gejala mulai muncul, maka gejala tersebut akan mirip seperti penyakit pneumonia.

Namun, bedanya jika pasien pneumonia bisa segera membaik setelah dilakukan perawatan, keadaan pasien penderita Covid-19 dapat menjadi lebih buruk setelah menerima perawatan.

Virus ini bisa menyerang siapa saja, namun orang dengan daya tahan tubuh yang lemah bisa dengan mudah terserang virus ini.

Sementara itu, infeksi virus corona terhadap seseorang dengan daya tahan tubuh lemah bisa mengakibatkan efek yang lebih parah, seperti infeksi saluran pernapasan bawah yang lebih serius.

Pola Gejala Harian Virus Corona

Berikut ini adalah pola gejala harian infeksi coronavirus.

Hari 1: Pasien akan mengalami demam, kelelahan, nyeri otot serta batuk kering. Pada kasus lain, ditemukan juga pasien yang mengalami diare atau mual selama satu atau dua hari sebelumnya.

Hari 5: Pada hari kelima, pasien akan mulai mengalami kesulitan bernapas, apalagi jika pasien sudah berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Hari 8: Biasanya, jika tidak kunjung ditangani, keadaan pasien akan semakin memburuk di fase ini. Dalam kasus yang parah, pasien akan mengalami sindrom pernapasan akut (ADRS), yaitu penyakit yang terjadi ketika cairan terkumpul di paru-paru. ADRS ini yang bisa membuat kondisi fatal.

Hari 10: Jika kondisi pasien semakin memburuk, maka pasien akan dirawat di ICU. Pasien dengan kondisi yang lebih parah bahkan mengalami kehilangan napsu makan dan sakit perut. Tingkat kematian infeksi corona saat ini berkisar sekitar 2 persen.

Hari 17: Rata-rata, orang yang pulih dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah dua setengah minggu.

Ditulis oleh Nazar

Hanya seseorang yang sangat suka dengan tempe penyet, mendoan dan klepon. Sangat tertarik dengan teknologi dan senang mencoba hal-hal baru.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0