in

BLT BPJS Ketenagakerjaan Disetop, Ini Alasannya!

BLT BPJS Ketenagakerjaan termin 3 tahun 2021 resmi dihentikan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

BLT BPJS

Virenial – BLT BPJS Ketenagakerjaan termin 3 tahun 2021 resmi dihentikan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengakui bahwa dana bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT pekerja tahun ini untuk sementara belum dialokasikan dalam APBN 2021.

“Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dilihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya, ” ujarnya di Medan, Sabtu (30/1).

Dikutip dari Ayocirebon, Dia mengatakan itu menjawab pertanyaan wartawan usai dia menyaksikan penandatanganan MoU antara Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan Ditjen Binalattas dengan mitra, asosiasi/industri di BBPLK Medan.

Untuk membantu pekerja di luar pemberian BSU seperti yang dilakukan di tahun 2020, ujar dia, pemerintah sudah dan terus melakukan berbagai program. \

Kemnaker sebagai salah satu Kementerian yang memiliki peran sentral dalam mempersiapkan SDM unggul misalnya selalu berusaha untuk menjalin siinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Sinergi dan koloborasi dengan DUDI misalnya terutama dalam proses pengambilan kebijakan di bidang pelatihan vokasi.

“Salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi yang dilakukan adalah seperti penandatanganan MoU kerja sama antara Ditjen Binalattas dan BBPLK Medan dengan para mitra seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia),” katanya.

Kerjasama, katanya, dalam hal pelatihan dan peningkatan kompetensi serta pemagangan dan penempatan kerja bagi calon pekerja dan pekerja.

“Kerjasama ini merupakan langkah yang sangat baik. Perusahaan dan asosiasi juga diuntungkan dengan adanya bantuan untuk meningkatkan kompetensi pekerjanya sehingga sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan,” katanya.

Keuntungan lain, kata dia, adalah perusahaan juga akan mendapatkan peningkatan produktivitas sebagai hasil dari peningkatan kompetensi.

“Bagi pemerintah hal itu merupakan salah satu langkah untuk dapat membantu mengatasi permasalahan pengangguran melalui terserapnya tenaga kerja kompeten,” katanya.

Pemerintah pada 2020 lalu memberikan bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan subsidi upah via BPJS Ketenagakerjaan sebanyak dua termin.

Bantuan ini diberikan untuk membantu pekerja di bawah gaji Rp5 kita menghadapi dampak Covid-19. Padahal, BLT termin 3 tahun 2021 banyak dinanti para pekerja yang masih terkena dampak Covid-19.

Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0