in ,

Tentara Thailand Pelaku Penembakan Massal Sempat “Update” di Facebook

913468 720 1 1

Aksi Jakrapanth Thomma, seorang tentara Thailand yang menembaki orang-orang sipil di sebuah pusat perbelanjaan di Thailand ini benar sadis.

Update terbaru korban tewas akibat serangan tersebut dikabarkan mencapai 26 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Kronologi penembakan di Thailand itu berawal pada Sabtu sore pukul 15.30, saat itu Thomma berada di kamp militer Suatham Phithak. Disana ia membunuh komandan Kolonel Anantharot Krasae dan dua prajurit lainnya, sebelum memutuskan untuk menuju kota dan melanjutkan aksinya.

Sempat Update Status dan Live Streaming di Facebook

thailand mass shot
Gambar: REUTERS/Athit Perawongmetha

Setibanya di mal Terminal 21, ia langsung menembaki orang-orang di sekitar secara acak dan brutal. Bahkan, ia sempat melakukan siaran langsung ketika tengah menyerang kota Korat, Thailand.

“Haruskah saya menyerah?”, begitulah katanya dalam unggahannya di Facebook sebagaimana diberitakan oleh BBC.

Dalam video tersebut, Jakraphanth mengenakan helm tentara, pakaian taktis lengkap, sambil berada di sebuah mobil perang berjenis Humvee.

Tentara dengan pangkat Sersan Mayor itu mengungkapkan bahwa dirinya lelah dan tidak bisa lagi menarik pelatuk dari jarinya lagi.

Selain itu sebelum melakukan penembakan massal, dia sempat mengunggah foto di mana terdapat pistol dan tiga butir peluru.

“Ini adalah waktunya untuk bersenang,” demikian keterangan di foto. Ditambah juga caption “tidak ada yang bisa menghindari kematian”.

Namun saat ini, unggahan video yang dirinya unggah dalam penembakan di Korat tersebut dilaporkan telah dihapus.

Thomma menggunakan senapan mesin hasil curian dari gudang militer. Menurut laporan terbaru, aksi brutal Thomma ini dipicu oleh masalah pribadi. Pelaku yang bernama Jakrapanth Thomma nekat melakukan penembakan dipicu sengketa tanah.

“Pelaku didorong kekesalan atas sengketa tanah di mana ia merasa dicurangi,” kata Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha dilansir dari Reuters, Minggu (9/2/2020).

Hal itu juga diperkuat oleh unggahan Thomma lewat akun Facebooknya. Dia menyinggung sesuatu mengenai keuangan dan ketidakadilan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0