in ,

Setelah Kebakaran, Kini Giliran Badai Pasir dan Hujan Es Terjang Australia

Kebakaran hebat yang melanda Australia sejak Juni 2019 menyebabkan 30 korban jiwa serta menyebabkan lebih dari 6.500 bangunan hancur. Selain itu kebakaran hebat ini juga diperkirakan menyebabkan lebih dari 1 miliar binatang tewas.

Bencana ini juga merusak ribuan hektare hutan, memanggang jutaan pohon, dan melempar asap karbon dioksida ke negara tetangga yang jaraknya ribuan kilometer.

Kebakaran hebat yang melanda Australia belakangan ini dikabarkan sudah mulai mereda. Hujan deras yang disertai dengan petir yang turun di beberapa daerah di Australia turut membantu padamnya kobaran api.

Badai pasir Australia
Badai Pasir Australia

Namun, cuaca ekstrem yang melanda Australia itu juga menyebabkan badai pasir hingga hujan es berukuran besar di sejumlah wilayah.

Badai pasir dan hujan es yang diakibatkan oleh cuaca ektrem ini juga mengakibatkan sejumlah kerusakan di beberapa wilayah lain.

Dilansir dari Kumparan.com, di Canberra, misalnya, hujan es sebesar bola golf menghancurkan berbagai fasilitas yang ada di sana, mulai dari bangunan hingga mobil-mobil yang terparkir.

Bahkan, gedung Parlemen Canberra dilaporkan rusak usai dihantam ribuan es besar yang turun dari langit. Badan Meteorologi Australia mencatat, kekuatan angin di kota itu mencapai 116 kilometer per jam.

Dilaporkan The Canberra Times, hujan es juga merusak 60 rumah kaca di situs Organisasi Riset Ilmiah dan industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation/CSIRO), menghancurkan fasilitas dan bahan penelitian para ilmuwan.

Bukan hanya merusak benda-benda, cuaca ekstrem membuat dua orang wisatawan dirawat di rumah sakit karena tersambar petir.

Berbeda dengan Canberra, negara bagian Victoria di New South Wales dan Queensland yang sebelumnya dilanda kebakaran parah, telah diguyur hujan lebat pada Minggu (19/1). Hujan membawa dampak positif pada tanah kering bekas kebakaran api di kota itu.

Namun, cuaca ekstrem menciptakan angin kencang dengan kekuatan mencapai 106 kilometer per jam. Saking kencangnya, pasir kering yang ada di tanah terbawa angin ke udara, menciptakan ‘tsunami pasir’ berwarna oranye yang bergerak menuju New South Wales. Peristiwa ini berhasil diabadikan oleh kamera drone.

Ditulis oleh Ahlun

Lagi ngejalanin hidup yang 'gini-gini aja'. Hehe

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0