in ,

Resmi! WHO Tetapkan Corona Sebagai Pandemi Global

Dr Margaret Chan, WHO Director-General addresses during the 67th World Health Assembly, Palais des Nations, Geneva. Monday 19 May 2014. Photo by Violaine Martin

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa wabah COVID-19 atau virus corona sebagai pandemi dunia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (11/3/2020).

Alasan dari pernyataan ini adalah karena virus ini terus menyebar cepat hingga ke wilayah yang jauh dari pusat wabah.

Menurut data dari WHO, kasus penyebaran virus corona ini meningkat hingga 13 kali lipat di luar Tiongkok sebagai pusat wabah selama dua pekan terakhir.

Selain itu, virus ini juga sudah menginfeksi ke negara-negara yang terdampak hingga tiga kali lipat.

Sampai hari ini, sudah tercatat lebih dari 118.000 kasus di 114 negara, dan sudah ada 4.291 orang yang meninggal dunia akibat virus ini. Sementara itu, ribuan pasien lainnya tengah ditangani di rumah sakit.

WHO memprediksi bahwa jumlah kasus hingga angka kematian akibat virus ini akan terus meningkat. Lambatnya tindakan peringatan dan antisipasi wabah menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus ini.

“Oleh karena itu kami menilai, bahwa Covid-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghabyesus Rabu (11/3) malam.

Apa itu Pandemi?

Corona Pandemi Global

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak yang terjadi dimana-mana atau menyebar meliputi geografi yang luas.

Saat ini, corona sudah menyebar hampir ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.

Pandemi ditetapkan apabila memenuhi tiga kondisi: munculnya penyakit baru pada penduduk, menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit berbahaya. Serta penyakit tersebut dapat menyebar dengan mudah dan berkelanjutan antar-manusia.

“Kami merespons penuh sejak kasus pertama dan kami setiap hari meminta negara-negara setiap hari mengambil tindakan agresif,” Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghabyesus.

Dia pun mengimbu setiap negara harus segera mengambil pendekatan ke masyarakat serta menerapkan strategi komprehensif untuk mencegah infeksi dan meminimalisasi dampak lanjutan.

Ditulis oleh Nazar

Hanya seseorang yang sangat suka dengan tempe penyet, mendoan dan klepon. Sangat tertarik dengan teknologi dan senang mencoba hal-hal baru.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0