0
8 shares

Virus corona yang menyebar ke lebih dari 150 negara menyebabkan banyak permasalahan di negara-negara terdampak hingga melumpuhkan perekonomian.

Namun, ada dampak positif bagi lingkungan dari penyebaran virus corona yang terus meluas ini.

Kebijakan beberapa negara yang melakukan lockdown alias mengunci diri demi mencegah penyebaran corona yang lebih luas membuat dampak positif terhadap polusi udara secara global.

Dampak positif ini terlihat melalui citra satelit, ketika China memutuskan untuk mengambil langkah lockdown, tingkat polusi udara yang terlihat dari citra satelit tampak turun secara derastis.

Polusi udara turun dari citra satelit.

Melansir dari Science Alert, Selasa, (17/3/2020), para astronom menunjukan penurunan emisi nitrogen dioksida di Eropa.

Menggunakan instrumen Tropomi pada satelit Copernicus Sentinel-5P, astronom mengambil gambar permukaan Bumi yang diambil dari 1 Januari hingga 11 Maret 2020.

Gambar tersebut menunjukkan penurunan nitrogen dioksida, yakni emisi gas buang dari kendaraan bermotor dan asap industri, yang turun secara drastis.

“Penurunan emisi nitrogen dioksida di atas Lembah Po di Italia utara sangat nyata,” jelas Claus Zehner, manajer misi Badan Antariksa Eropa ( ESA) Copernicus Sentinel-5P.

Zehner mengatakan meski mungkin ada variasi dalam data karena tutupan awan dan perubahan cuaca, namun dia meyakini pengurangan emisi terjadi bersamaan dengan lockdown di Italia.

“Hal ini menyebabkan lebih sedikit lalu lintas dan kegiatan industri (berlangsung di Italia),” ungkap dia.

Polusi Udara Menyebabkan Lebih Banyak Kematian

Sementara itu, peneliti lingkungan dari Standford University, Marshall Burke, pada 8 Maret lalu melakukan beberapa perhitungan baik tentang penurunan polusi udara baru-baru ini di beberapa wilayah di China.

Dilansir dari Kompas, virus corona yang kali pertama mewabah di Wuhan, telah menewaskan ribuan orang. Bahkan hingga saat ini, jumlah korban tewas karena Covid-19 terus bertambah di seluruh dunia.

Kendati demikian, menurut Burke, secara konservatif, sangat mungkin nyawa yang diselamatkan secara lokal dari adanya pengurangan polusi akan melebihi kematian akibat Covid-19.

“Mengingat sejumlah besar bukti bahwa menghirup udara kotor berkontribusi besar terhadap kematian dini,” kata Burke.

Burke kembali mempertanyakan apakah mungkin nyawa yang diselamatkan dari pengurangan polusi yang disebabkan oleh gangguan ekonomi dari Covid-19 ini melebihi angka kematian akibat virus itu sendiri.

“Bahkan di bawah asumsi yang sangat konservatif, saya pikir jawabannya jelas ‘ya’,” jelas dia.

Peneliti ini kemudian mencoba menghitung pengurangan polusi selama dua bulan. Hasilnya, mungkin saja pengurangan polusi ini telah menyelamatkan nyawa 4.000 anak di bawah 5 dan 73.000 orang dewasa di atas 70 di Cina.

Itu secara signifikan lebih dari jumlah kematian global saat ini dari virus corona. Meskipun ini mungkin tampak sedikit mengejutkan, namun itu adalah sesuatu yang telah diketahui untuk waktu yang cukup lama.

Awal bulan ini, penelitian menunjukkan polusi udara menghabiskan biaya tiga tahun, dari rata-rata harapan hidup global.

“Sungguh luar biasa, jumlah kematian dan hilangnya harapan hidup dari polusi udara menyaingi efek dari merokok tembakau dan jauh lebih tinggi daripada penyebab kematian lainnya,” kata fisikawan Jos Lelieveld dari Cyprus Institute di Nicosia.

Menurut dia, polusi udara melebihi malaria sebagai penyebab global kematian dini dengan faktor 19.

Angka tersebut melebihi kekerasan dengan faktor 16, HIV/AIDS dengan faktor 9, alkohol dengan faktor 45, dan penyalahgunaan narkoba oleh faktor 60.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa polusi udara benar-benar dapat membunuh. Tetapi analisis Burke hanya menggunakan data dari China, dan diselesaikan sebelum ada informasi lebih lanjut tentang bagaimana Covid-19 telah memengaruhi seluruh dunia.

Dengan jumlah kasus terbesar kedua yang terjadi di Italia, dan negara itu memberlakukan tindakan karantina yang ketat, data satelit di Italia utara kini telah menunjukkan penurunan besar dalam polusi udara.

Khususnya penurunan nitrogen dioksida, gas yang sebagian besar dikeluarkan oleh mobil, truk dan beberapa industri. Untuk saat ini, Zehner mengaku tidak memiliki studi peer-review yang mengukur dampak kesehatan sejati dari pengurangan emisi.

Akan tetapi, mengingat apa yang diketahui tentang bahaya pencemaran udara yang meluas, kemungkinan akan ada manfaat langsung dalam bentuk polusi yang lebih sedikit.

Kendati demikian, angka-angka pendahuluan ini menunjukkan pandemi virus corona sebagai bencana kesehatan global ini adalah kesempatan untuk menilai.

Salah satunya aspek mana dari kehidupan modern yang mutlak diperlukan. Selain itu, perubahan positif apa yang mungkin terjadi jika kita mengubah kebiasaan dalam skala global setelah besarnya dampak pandemi virus corona yang akibatkan Covid-19 ini.


Like it? Share with your friends!

0
8 shares

What's Your Reaction?

Bingung Bingung
0
Bingung
Huek! Huek!
0
Huek!
Kesel Kesel
0
Kesel
Menarik Menarik
0
Menarik
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut
Wow Wow
0
Wow
Nazar

Penggemar klepon dan tempe penyet.

Komentar

komentar

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format