0
2 shares

Virus corona menyebar dengan cepat ke berbagai negara di dunia sejak pertama kali diketahui mewabah di Wuhan pada akhir 2019 lalu.

Data terbaru dari John Hopkins University menyebutkan bahwa saat ini virus corona sudah menyebar ke 148 negara di dunia. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah.

Hingga saat ini, sudah total 174.786 kasus positif corona di berbagai negara dengan total kematian 6.705 serta 77.657 pasien berhasil sembuh.

Negara-negara dengan kasus wabah corona terbanyak adalah China, Italia, Iran, Korea Selatan, dan Spanyol.

Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus ini. Bahkan beberapa negara melakukan ‘lockdown’ alias mengunci wilayahnya agar corona tidak menyebar lebih luas.

Beberapa negara yang melakukan ‘lockdown’ karena virus corona antara lain:

Corona Lockdown

Italia

Pada Senin (9/3/2020) malam, Perdana Menteri Giuseppe Conte mengumumkan lockdown atau penguncian secara nasional untuk membatasi penyebaran virus.

“Tidak akan ada zona merah. Tapi akan ada Italia, seluruh zona terlindungi,” kata Conte, seperti dilansir dari Aljazeera.

Publik hanya diperbolehkan pergi ketika ada situasi kerja yang mendesak serta alasan kesehatan. Penangguhan juga berlaku bagi acara olahraga dan upacara seperti pemakaman dan pernikahan.

Orang-orang diminta untuk menjaga jarak sekitar satu meter dari satu sama lain. Museum, bioskop, dan teater semuanya ditutup.

Meski demikian, bandara tetap beroperasi dan penerbangan masih terus berlanjut. Syaratnya, publik harus mengisi dokumen yang menjelaskan alasan mereka melakukan perjalanan itu. Bagi mereka yang berbohong, hukuman penjara hingga tiga bulan atau denda 206 euro atau sekitar 225 dollar AS, atau sekitar Rp 2,9 juta.

Denmark

Denmark menjadi negara kedua di Eropa setelah Italia yang menerapkan penguncian diri setelah lonjakan kasus virus corona terjadi di negara itu.

Pemerintah menutup sekolah, universitas, dan fasilitas-fasilitas Day Care dalam beberapa hari. Bahkan, para pekerja di sektor publik yang tidak penting dipulangkan mulai Jumat (13/3/2020).

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen menyebut situasi yang dialami negaranya sebagai situasi luar biasa.

“Dalam keadaan normal, pemerintah tidak akan mengeluarkan langkah-langkah yang jauh seperti itu tanpa memiliki solusi yang siap untuk banyak orang Denmark. Tetapi kita berada dalam situasi yang luar biasa,” kata Frederikseon, seperti dilansir dari Metro.

“Kita perlu membatasi aktivitas dalam masyarakat sebanyak mungkin, tanpa membiarkan masyarakat kita berhenti,” sambungnya.

Filipina

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Kamis (12/3/2020) mengumumkan penguncian ibu kota Manila untuk menjinakkan virus corona.

Duterte juga menyetujui resolusi yang memungkinkan sejumlah langkah pemerintah, termasuk larangan pertemuan massal, penutupan institusi pendidikan selama satu bulan dan karantina masyarakat. Ia bahkan mengancam akan memenjarakan pejabat lokal yang menentang perintah pemerintah pusat.

Di antara langkah pemerintah adalah melarang orang asing dari negara-negara dengan transmisi domestik untuk memasuki Filipina.

“Tak ada perebutan kekuasaan di sini. Ini masalah mempertahankan dan melindungi Anda dari Covid-19,” kata Duterte, seperti dilansir dari Reuters (12/3/2020).

Irlandia

Pemerintah Irlandia menutup semua institusi pendidikan dan kantor publik sebagai tanggapan atas pandemi global virus corona. Penguncian nasional ini dimulai pada Kamis (12/3/2020) jam 6 malam sampai 29 Maret mendatang.

Transportasi umum akan terus beroperasi dan toko-toko akan tetap buka, namun orang-orang akan disarankan untuk menjaga jarak yang ditetapkan satu sama lain.

Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar mengatakan, situasi itu baru pertama kali terjadi di negaranya. Ia pun akan mengambil langkah tepat agar situasi tak semakin memburuk.

“Kami belum menyaksikan pandemi seperti ini dalam memori hidup dan ini adalah wilayah yang belum dipetakan bagi kami,” kata Varadkar, seperti dilansir dari Mirror (12/3/2020).

“Kami mengatakan kami akan mengambil tindakan yang tepat pada waktu yang tepat dan kami harus bergerak sekarang agar memiliki dampak terbesar,” sambungnya.

Spanyol

Pemerintah Spanyol memberlakukan lockdown mulai Sabtu (14/3/2020). Lockdown yang dilakukan negara berpenghuni 47 juta penduduk itu bertujuan untuk menghambat penyebaran virus corona (Covid-19) yang sudah menjangkiti banyak orang. Hal ini akan berlaku hingga 15 hari ke depan.

“Kami (pada akhirnya) akan kembali ke pekerjaan rutin kami dan kembali mengunjungi teman-teman dan orang-orang terkasih kami,” kata Perdana Menteri Pedro Sanchez dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

“Sampai saat itu tiba, jangan buang energi yang penting sekarang. Jangan sampai salah langkah,” katanya lagi, seperti dikutip dari Reuters.


Like it? Share with your friends!

0
2 shares

What's Your Reaction?

Bingung Bingung
0
Bingung
Huek! Huek!
0
Huek!
Kesel Kesel
0
Kesel
Menarik Menarik
0
Menarik
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut
Wow Wow
0
Wow
Nazar

Penggemar klepon dan tempe penyet.

Komentar

komentar

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format