in ,

Kronologi Penembakan Massal Oleh Tentara di Thailand

Thailand tengah berduka menyusul aksi teror yang dilakukan oleh Jakrapanth Thomma, seorang tentara berpangkat sersan mayor di Negeri Gajah Putih tersebut.

Dengan brutal dan acak, Jakrapanth Thomma menembaki orang-orang di mal Terminal 21. Aksi tersebut viral di media sosial setelah video aksi brutalnya tersebut tersebar di sosial media.

Sebelum menembaki warga sipil di mal Termimal 21, pelaku ternyata sudah melakukan aksinya. Berikut adalah rentetan kronologis kejadian aksi penembakan massal di Thailand.

Gunmen kill 20 people

8 Februari 2020 Pukul 15.00

Menurut keterangan dari situs Al Jazeera, Thomma memulai aksinya dengan melepaskan tembakan di sebuah rumah sebelum melakukan aksi lanjutannya di sebuah kamp militer.

Menurut laporan, aksi yang dilakukan di sebuah rumah tersebut tidak ada laporan korban jiwa.

15.30 di Kamp Militer

30 menit berselang di hari yang sama, Thomma tiba di kamp militer Suatham Phithak. Ia kemudian melanjutkan aksinya tersebut di sana.

Mengutip dari situs Bangkok Post, di sana ia membunuh seorang atasan militer bernama Kolonel Anantharot Krasae.

Tak berhenti di situ, Thomma juga mencuri beberapa senjata, amunisi, dan sebuah jip Humvee untuk pergi ke lokasi selanjutnya, Mal Terminal 21 di Nakhon Ratchasima.

18.00 di Mal Terminal 21

2,5 jam kemudian, Thomma tiba di mall Terminal 21 di Kota Korat, Thailand. Sesaat setelah turun dari mobil, ia langsung menembaki orang-orang di sekitar secara acak dan brutal.

Kemudian, ia bergegas masuk ke dalam mal sambil menenteng senapan mesin yang ia bawa.

Suara tembakan yang terdengar itu membuat para pengunjung mal panik dan lari berhamburan untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, para pegawai toko yang tak sempat kabur memilih untuk bersembunyi dan menunggu hingga bantuan datang.

Beberapa saat kemudian, para polisi dan militer datang ke tempat kejadian untuk mengamankan lokasi. Dalam kejadian ini, Thomma menembak mati 20 orang, melukai 42 orang, dan menyandera 8 orang.

Ia mengunggah aksi-aksinya ke media sosial Facebook untuk beberapa saat sebelum akhirnya diblokir.

9 Februari 2020 Pukul 09.00

Setelah kurang lebih 17 jam kepolisian dan militer mencoba untuk menghentikan aksi Thomma, akhirnya pihak berwajib memutuskan untuk menembak mati Thomma di lokasi pada pukul 09.00.

Dalam upaya melumpuhkan pelaku, terdengar tembakan-tembakan ketika pasukan komando Thailand mengepung mal tersebut saat masuk waktu fajar.

Beberapa jam setelahnya, dinas keamanan Thailand menyerbu lantai dasar dan membebaskan puluhan pembeli yang terkejut amukan berdarah tentara tersebut.

Wakil Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengatakan, dalam kejadian ini, seorang perwira polisi yang ambil bagian dalam serangan melumpuhkan pria bersenjata tersebut dilaporkan tewas.

Ditulis oleh Ahlun

Lagi ngejalanin hidup yang 'gini-gini aja'. Hehe

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0