in ,

Jaga Kedaulatan Wilayah, TNI Siaga Tempur di Natuna

Kapal Republik Indonesia (KRI) saat ini berada dalam posisi siaga tempur untuk mengamankan wilayah laut Natuna, Kepulauan Riau.

Langkah ini dilakukan menyusul adanya laporan pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal Penjaga Pantai (Coast Guard) China di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Dilansir dari Kompas.com, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono menjelaskan,

“Operasi ini merupakan salah satu dari 18 operasi yang akan dilaksanakan Kogabwilhan I di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya,”

TNI Siaga Tempur di Natuna

Dalam persiapan operasi siaga tempur di wilayah Natuna itu, pihaknya telah menyiapkan 600 personel TNI dan sejumlah alutsista.

Seperti tiga KRI, satu pesawat intai dan satu pesawat Boeing TNI AU. “Ada tambahan lain dan masih dalam perjalanan menuju Natuna, yakni dua KRI,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, KIA yang melakukan pencurian ikan di perairan Natuna merupakan ancaman serius, karena menyangkut persoalan kedaulatan NKRI.

Karena itu, TNI tidak akan tinggal diam dalam menyikapi persoalan tersebut. Operasi siaga tempur akan dilakukan secara menyeluruh baik laut, udara, dan darat.

“Dan itu perbuatan yang sangat mengancam kedaulatan Indonesia. Untuk itu, TNI wajib melakukan penindakan hukum terhadap pelanggar asing yang telah memasuki wilayah dan kegiatan ilegal berupa penangkapan ikan tanpa izin di Indonesia,” kata Yudo, Sabtu (4/1).

Namun demikian, operasi siaga tempur yang dilakukan di wilayah perbatasan itu tetap akan mematuhi aturan hukum yang berlaku. Baik hukum internasional, maupun nasional.

Sebelumnya, Ketua Nelayan Kabupaten Natuna, Herman mengaku seringkali melihat kapal asing menerobos perairan Natuna.

Kapal ikan asing yang sering melakukan pelanggaran itu rerata berasal dari Vietnam dan China. Dari pengamatannya, kapal asing itu masuk melalui titik koordinat 108 hingga 109.

“Rata-rata KIA asal Vietnam dan China, masuknya ke sana (titik koordinat 108 hingga 109 atau sebelah utara hingga timur pulau Laut),” kata Herman kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (31/12/2019).

Ditulis oleh Nazar

Hanya seseorang yang sangat suka dengan tempe penyet, mendoan dan klepon. Sangat tertarik dengan teknologi dan senang mencoba hal-hal baru.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0