0
7 shares

Ramai soal wabah virus corona sempat memunculkan beberapa teori konspirasi tentang virus SARS-CoV-2 itu.

Amerika Serikat dan China, bahkan sempat saling tuduh tentang siapa dalang dibalik penyebaran wabah virus yang saat ini menyebar hingga ke lebih dari 150 negara di dunia itu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan sempat menyebut bahwa corona ini sebagai ‘Chinese Virus’ alias virus dari China.

Selain itu, sebelumnya jubir Kemenlu China, Zhao Lijian mengatakan sebuah pernyataan yang membuat geger dengan mengatakan bahwa bisa jadi tentara Amerika yang telah melepaskan epidemi itu di Wuhan.

Dari situlah muncul sebuah teori konspirasi yang menyebutkan kalau coronavirus ini merupakan sebuah senjata biologi buatan manusia.

Corona senjata biologis?

Dibantah Ilmuwan

Hasil dari penelitian para ilmuwan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine akhirnya mampu menjawab sekaligus mematahkan teori konspirasi virus corona yang bermunculan terkait asal-usul virus tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, hasil analisis data publik terkait sekuens atau urutan genom (genome sequence) dari SARS-CoV-2 dan virus terkait tidak ditemukan bukti bahwa virus tersebut diciptakan di laboratorium.

“Dengan membandingkan data sekuens genom yang tersedia untuk strain coronavirus yang telah diketahui, kami meyakini bahwa SARS-CoV-2 berasal dari proses yang alami,” kata Kristian Andersen PhD, associate professor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research, yang menjadi salah satu penulis laporan studi tersebut.

Selain Andersen, sejumlah ilmuwan lain juga ikut andil dalam studi dan penulisan makalah berjudul, ‘The proximal origin of SARS-CoV-2’ itu. Termasuk, Robert F. Garry dari Tulane University, Edward Holmes dari University of Sydney, Andrew Rambaut dari University of Edinburgh, dan W. Ian Lipkin dari Columbia University.

Virus Corona (coronavirus) adalah keluarga besar (famili) virus yang dapat menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang luas.

Meski telah dikategorisasi pada 1960-an, penyakit parah pertama yang diketahui disebabkan oleh Virus Corona adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang mulai menjadi epidemi di China pada 2003.

Sementara, penyakit kedua yang mewabah adalah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang bermula di Arab Saudi pada 2012.

Dan, pada 31 Desember 2019, pihak berwenang China memberitahukan pada Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai wabah virus corona baru yang menyebabkan penyakit parah, yang kemudian dinamai SARS-CoV-2.

Hingga kini, virus tersebut memicu pandemi COVID-19 yang menyebar ke seluruh benua, kecuali Antartika. Hingga Rabu 18 Maret 2020 pukul 18.33, tercatat ada 201.530 kasus positif Virus Corona, 8.007 pasien meninggal dunia, dan 82.034 lainnya pulih. Kasus meluas karena penularan bisa terjadi antar-manusia.

Tak lama setelah epidemi terjadi, para ilmuwan China mengurutgenom SARS-CoV-2 dan menyediakan data bagi para peneliti di seluruh dunia.

Andersen dan para koleganya menggunakan data sekuens tersebut untuk mengeksplorasi asal mula dan evolusi SARS-CoV-2 dengan fokus ke sejumlah fitur khas virus tersebut.

Para ilmuwan menganalisis pola genetik (genetic template) protein lonjakan (spike proteins), armature atau pelindung di bagian luar virus yang digunakannya untuk menangkap dan menembus dinding luar sel manusia dan hewan.

Lebih khusus, mereka berfokus pada dua fitur penting dari protein lonjakan: domain pengikat reseptor atau receptor-binding domain (RBD), sejenis pengait yang menempel pada sel inang, dan cleavage site yang memungkinkan virus untuk membuka celah dan memasukkan sel inang.

Para ilmuwan menemukan bahwa bagian RBD dari protein lonjakan SARS-CoV-2 telah berevolusi sehingga bisa efektif menargetkan fitur molekuler di bagian luar sel manusia yang disebut ACE2 — reseptor yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.

Protein lonjakan SARS-CoV-2 nyatanya sangat efektif untuk mengikat sel-sel manusia. Dari situ, para ilmuwan menyimpulkan, itu adalah hasil seleksi alam dan bukan produk rekayasa genetika.

Bukti evolusi alami ini didukung oleh data tulang punggung (backbone) SARS-CoV-2, yakni struktur molekul keseluruhannya.

Jika seseorang berusaha merekayasa virus corona baru sebagai patogen, misalnya, mereka harus membuatnya dari backbone virus yang diketahui bisa menyebabkan penyakit.

Namun, para ilmuwan menemukan bahwa backbone milik SARS-CoV-2 berbeda secara substansial dengan yang ada pada virus corona lain, yang telah dikenal sebelumnya, dan kebanyakan menyerupai virus terkait yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling.

“Kedua fitur virus, mutasi pada bagian RBD dari protein lonjakan dan backbone yang berbeda mengesampingkan dugaan manipulasi laboratorium sebagai potensi asal SARS-CoV-2,” kata Andersen.

Temuan Andersen dan koleganya disambut baik Josie Golding, PhD, pemimpin bagian epidemi Wellcome Trust, yang berpusat di Inggris.

Ia menyebut, temuan tersebut sangat krisial dengan menghadirkan pendapat berbasis bukti untuk menepis rumor yang beredar tentang asal-usul virus SARS-CoV-2 yang memicu pandemi COVID-19.

Jadi, dari mana virus pemicu COVID-19 berasal?

Menurut ilmuwan, berdasarkan analisis urutan genom, ada dua kemungkinan,

Pertama, virus berevolusi ke kondisi patogen saat ini melalui seleksi alam di inang non-manusia dan kemudian melompat ke manusia.

Proses itu mirip dengan wabah Virus Corona yang terjadi sebelumnya, manusia terinfeksi virus setelah terpapar langsung dengan musang (SARS) dan unta (MERS).

Para peneliti menduga kelelawar sebagai reservoir yang paling mungkin untuk SARS-CoV-2. Namun, sejauh ini belum tercatat ada kasus transmisi langsung dari kelelawar ke manusia.


Like it? Share with your friends!

0
7 shares

What's Your Reaction?

Bingung Bingung
0
Bingung
Huek! Huek!
0
Huek!
Kesel Kesel
0
Kesel
Menarik Menarik
0
Menarik
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut
Wow Wow
0
Wow
Nazar

Penggemar klepon dan tempe penyet.

Komentar

komentar

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format