in ,

Hasil Seleksi Ulang, 1,77 Juta Data Pekerja Dinyatakan Tidak Layak Dapat BSU

BPJSTK

Virenial – Bantuan Subsidi Upah (BSU) BPJS Ketenagakerjaan Tahap 3 sudah mulai dicairkan dan ditransfer ke rekening pekerja pada awal pekan ini.

Total calon penerima bantuan BLT BPJS Kesehatan tahap 3 ini mencapai 3,5 juta pekerja. Dilansir dari Tribunnews.com, menurut Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto, total nomor rekening peserta yang telah diserahkan ke Kemenaker sebanyak 9 juta orang.

Dalam Press Conference Virtual terkait perkembangan BSU, penyerahan berkala ini menurutnya telah sesuai dengan kesepakatan antara Kemenaker dan BP Jamsostek.

Dengan tujuan agar data penerima dapat dirampungkan hingga akhir September 2020 untuk total 15,7 juta data nomor rekening pekerja.

“Hal ini kami lakukan untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring, dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU. Dalam setiap gelombang, data nomor rekening yang kami serahkan telah melakukan tahapan validasi berlapis agar sasaran penerima BSU ini tepat sasaran,” tegas Agus dalam rilis yang dikutip Virenial dari Tribun Batam.

Menurut Agus, setelah dilakukan proses validasi berlapis, pihak BP Jamsostek berhasil menyaring sebanyak 1,77 juta data peserta yang tidak memenuhi kriteria seperti yang tertuang dalam Permenaker 14 Tahun 2020.

Dirinya menambahkan, data yang tidak memenuhi kriteria ini bukan berarti tidak terpakai.

“Kami memberikan apresiasi kepada pihak pemberi kerja atau perusahaan karena telah bekerjasama dengan baik dalam melakukan pengkinian data peserta untuk mendukung program BSU dari pemerintah,” tutur Agus.

Sementara untuk data yang tidak lolos validasi bank, Agus menjelaskan jika pihaknya akan mengembalikan data nomor rekening tersebut kepada pemberi kerja atau perusahaan peserta untuk dilakukan konfirmasi ulang.

BP Jamsostek sendiri juga terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan dengan batas waktu yang telah diperpanjang hingga tanggal 15 September 2020.

“Kami juga berharap perusahaan mempercepat proses penyampaian data yang memerlukan konfirmasi ulang,” tambah Agus.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0