Fakta Terbaru dan Motif Pelaku Penembakan Massal di Thailand

Di Twitter, tagar #PrayForThailand sedang menjadi trending topic dunia menyusul kejadian keji tersebut.


0
7 shares
thailand mass shot
Gambar: REUTERS/Athit Perawongmetha

Peristiwa penembakan masal yang dilakukan oleh seorang oknum tentara di Thailand saat ini sedang menjadi perhatian dunia.

Di Twitter, tagar #PrayForThailand sedang menjadi trending topic dunia menyusul kejadian keji tersebut.

Dengan menenteng senapan mesin, Jakrapanth Thomma, seorang tentara berpangkat sersan mayor memasuki mal Terminal 21 sambil menembaki orang-orang di sekitar secara acak.

Aksi brutalnya itu telah membunuh 20 orang dan melukai puluhan lainnya. Berikut ini adalah fakta-fakta terbaru tentang peristiwa penembakan massal oleh tentara di Thailand.

Thomma

Membunuh Komandan di Barak

Menurut kronologi kejadian penembakan massal tersebut, sebelum melakukan aksi brutalnya di mal Terminal 21, Thomma melakukan aksinya terlebih dahulu di kamp militer Suatham Phithak.

Pada hari Sabtu, 8 Februari 2020 sekitar pukul 15.30, Thomma tiba di kamp militer tersebut. Di sana, ia membunuh komandannya yang bernama Kolonel Anantharot Krasae dengan cara menembak mati.

Selain itu, Thomma juga membunuh dua prajurit lainnya yang juga ada di sana.

Curi Jip Militer dan Senjata di Gudang Militer

Setelah membunuh komandan dan dua prajurit lainnya di kamp militer, Thomma mencuri senjata dan amunisi yang ada di gudang militer untuk melakukan aksi selanjutnya.

Kemudian dia juga mencuri mobil jip militer milik dinas ketentaraan di lokasi untuk digunakannya menuju kota dan membantai orang-orang di sana.

Menembaki Warga Sipil dengan Senapan Mesin

Thomma tiba di mal Terminal 21 sekitar pukul 18.00 Sabtu sore. Selepas turun dari jip yang ia curi, Thomma langsung menembaki orang-orang di sekitar secara acak dan brutal.

Setelah itu, ia masuk ke dalam area mal dengan menenteng senjata mesin yang ia bawa. Suara tembakan yang terdengar itu membuat para pengunjung mal panik dan lari berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu, para pegawai toko yang tak sempat kabur memilih untuk bersembunyi dan menunggu hingga bantuan datang.

Sebabkan 26 Korban Jiwa

Aksi brutalnya tersebut menyebabkan 26 korban jiwa, jumlah ini diperkirakan dapat bertambah.

Sementara itu, selain korban tewas, korban luka teror Thomma diberitakan mencapai lebih dari 40 orang.

Siarkan Aksinya Live di Facebook

Aksi brutal Thomma bahkan sempat ia siarkan secara langsung di Facebook pribadi miliknya. Tak hanya itu, ia juga sempat mengunggah swafoto dirinya saat sedang melakukan aksi brutalnya itu.

Video streaming yang ia bagikan secara langsung itu akhirnya diblokir oleh Facebook. Thomma akhirnya tewas setelah disergap oleh pasukan gabungan polisi dan militer Thailand.

Motif Pelaku Penembakan

Menurut laporan terbaru, aksi brutal Thomma ini dipicu oleh masalah pribadi. Pelaku yang bernama Jakrapanth Thomma nekat melakukan penembakan dipicu sengketa tanah.

“Pelaku didorong kekesalan atas sengketa tanah di mana ia merasa dicurangi,” kata Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha dilansir dari Reuters, Minggu (9/2/2020).

Hal itu juga diperkuat oleh unggahan Thomma lewat akun Facebooknya. Dia menyinggung sesuatu mengenai keuangan dan ketidakadilan.

“Menjadi kaya dengan mengambil keuntungan dari orang lain. Apakah mereka pikir mereka bisa menggunakan uang itu di neraka?” tulis Thomma dalam sebuah postingan Facebook-nya.

Thomma diduga bersengketa dengan Kolonel Anantharot Krasae, seorang atasan militer di kamp Suatham Phithak. Thomma telah membunuh Krasae 2,5 jam sebelum dia melakukan penembakan massal.


Like it? Share with your friends!

0
7 shares

What's Your Reaction?

Bingung Bingung
0
Bingung
Gaje Gaje
0
Gaje
Suka Suka
0
Suka
Menarik Menarik
0
Menarik
Kesel Kesel
0
Kesel
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wow Wow
0
Wow
Takut Takut
2
Takut
Huek! Huek!
0
Huek!
Nazar

Legend

Penggemar klepon dan tempe penyet.

Komentar

komentar