in ,

Data Penerima BLT BPJS Tahap 3 Akan Disetor Pekan Ini

BLT Tahap 3

Virenial – BP Jamsostek pada pekan ini akan kembali menyerahkan data karyawan swasta yang memiliki gaji dibawah Rp. 5 juta calon penerima bantuan BLT Rp. 600 ribu per bulan Tahap 3 kepada Kementerian Ketenagakerjaan pekan ini.

“Rencana kami akan serahkan pekan ini. (Jumlahnya), besok kami umumkan,” ucap Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja dilansir dari CNN Indonesia, Senin, 7 September 2020.

Untuk jumlah data pekerja yang akan diserahkan ke Kemnaker, Utoh belum bisa memastikan. Begitu juga tentang kapan waktu pencairan dana bantuan tahap 3 tersebut.

“Terkait pencairan, saya tidak bisa respons, ini domainnya Kemenaker,” jelasnya.

Dikutip Virenial dari CNN Indonesia, sebelumnya, Kemenaker sudah mencairkan subsidi upah tahap satu sebesar Rp1,2 juta per penerima dari total Rp2,4 juta per penerima pada akhir Agustus lalu. Pencairan tahap pertama, sudah dilakukan dalam dua gelombang.

Gelombang pertama kepada 2,5 juta penerima pada akhir Agustus 2020. Namun, baru sekitar 2,3 juta penerima yang mengantongi subsidi upah tersebut.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, ada beberapa penyebab yang membuat pencairan terhambat. Pertama, pemerintah menetapkan kuota pencairan pertama untuk 2,5 juta penerima.

“Kami membutuhkan waktu untuk mengecek, 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit,” ungkap Ida.

Kedua, mekanisme transfer antar perbankan dari Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN ke bank swasta sesuai nomor rekening penerima. Ketiga, perusahaan belum menyetorkan rekening pekerja yang merupakan calon penerima subsidi upah ke BP Jamsostek.

Keempat, nomor rekening masih dalam tahap validasi. Kelima, pekerja memang tidak memenuhi syarat sebagai calon penerima.

Sementara gelombang kedua akan diberikan ke 3 juta penerima. Rencananya, pencairan akan dilakukan sesegera mungkin.

Secara total, pemerintah akan memberikan subsidi upah ke 15,7 juta pekerja pada tahun ini.

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melanjutkan program ini pada tahun depan.

Hal ini dilakukan demi menjaga tingkat daya beli masyarakat di tengah rencana pemulihan ekonomi setelah pandemi virus corona atau covid-19.

“Bantuan subsidi gaji, itu akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0