in ,

Dana BLT BPJS Belum Masuk Rekening? Tenang, Ini Jawaban Kemnaker

BLT BPJS Tahap 2 Cair Kapan

Virenial – BLT BPJS Kerenagakerjaan atau Subsidi Gaji tahap 2 sudah mulai dicairkan sejak Jumat, 5 September 2020 kepada 3 juta pekerja yang aktif dan rutin membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Penyaluran BLT BPJS tersebut dilakukan dengan cara ditransfer langsung ke rekening pribadi masing-masing pekerja yang nomor rekeningnya sudah diverifikasi oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker.

Hal ini bertujuan agar tidak ada penyalahgunaan dana bantuan serta agar lebih tepat sasaran. Pada tahap 1, pemerintah sudah menyalurkan BLT Subsidi Gaji kepada 2,5 juta pekerja yang terdaftar aktif dan rutin membayar iuran BPJSTK.

Tahap 2 ini merupakan kelanjutan dari pencairan bantuan tahap 1. Pada tahap 2, ada 3 juta data rekening yang sudah diverifikasi dan siap untuk dilakukan pencairan bantuan.

Kabar penyaluran BLT BPJS Ketenagakerjaan tahap 2 juga diumumkan lewat akun Instagram resmi Kementerian Ketenagakerjaan di @kemnaker. Dalam unggahannya, Kemnaker menyatakan telah menyerahkan bantuan kepada bank penyalur.

Kenapa Dana Subsidi Gaji Kemnaker Belum Juga Masuk Rekening?

blt bpjs ketenagakerjaan bank bni

Sejumlah netizen ada yang mempertanyakan bahwa ia belum menerima dana BLT BPJS tahap 2, meski dirinya telah memenuhi persyaratan untuk dapat menerima bantuan tersebut.

Pertanyaan tersebut kemudian dibalas oleh akun @kemnaker, menurut akun Kemnaker, jika seluruh persyaratan yang disebutkan sudah terpenuhi, maka netizen tidak perlu khawatir.

“Rekan @t*i… Selama penuhi seluruh persyaratan pasti dapat: 1. WNI; 2. Berstatus sebagai pekerja penerima upah; 3. Tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan; 4. Kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020; 5. Upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan di bawah Rp 5 juta; 6. Memiliki rekening yang aktif,” tulis akun @kemnaker.

Seperti diketahui, untuk mendapatkan dana bantuan Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, diantaranya:

  1. WNI
  2. Berstatus sebagai pekerja penerima upah
  3. Tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan
  4. Kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020
  5. Upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan dibawah Rp. 5 juta
  6. dan Memiliki rekening aktif.

Selain itu, salah satu alasan mengapa saat ini masih ada pekerja yang belum menerima dana BLT BPJS Ketenagakerjaan baik pada tahap 1 atau tahap 2 adalah karena penyaluran dana bantuan tersebut dilakukan secara bertahap.

Kemnaker menyebut bahwa ada sekitar 15 juta pekerja yang akan mendapatkan bantuan tersebut. Oleh karena itu, penyaluran dana bantuan akan dilakukan secara bertahap.

Akun Kemnaker juga menjawab pertanyaan netizen terkait waktu dan mekanisme penyaluran BLT BPJS Ketenagakerjaan tahap 2.

Mekanisme tersebut melibatkan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan Himpunan Bank Milik Pemerintah (Himbara).

“KPPN menyalurkan uang subsidi gaji/upah tahap II kepada Bank Penyalur, yakni Bank yang masuk menjadi anggota HIMBARA. Selanjutnya, Bank-bank HIMBARA akan menyalurkan uang subsidi gaji/upah ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank HIMBARA, maupun rekening bank swasta lainnya,” tulis akun @kemnaker.

Bank yang tergabung dalam Himbara adalah BRI, BNI, Mandiri, dan BTN. Bantuan Rp 600 ribu per bulan ditransfer dua kali dalam 4 bulan hingga Desember 2020.

Artinya, sekali cair para peserta mendapat bantuan BLT BPJS Ketenagakerjaan Rp 1,2 juta sehingga totalnya Rp 2,4 juta. Pemerintah memastikan bantuan diterima peserta yang nomor rekeningnya masih aktif.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0