in ,

6 Penyebab Dana BLT Subsidi Upah BPJS Belum Cair ke Rekening

blt bpjs ketenagakerjaan bank bni

Virenial – Proses penyaluran bantuan subsidi gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan Rp. 600.000 sudah mulai memasuki tahap 3.

Namun meski sudah memasuki tahap 3, masih banyak karyawan yang belum menerima dana bantuan subsidi gaji tersebut.

Dikutip dari tirto.id, Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan penyebab belum cairnya bantuan langsung tunai (BLT) upah BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawan dengan upah di bawah Rp5 juta.

Salah satu kendala belum cairnya dana bantuan BPJS tersebut dikarenakan adanya beberapa masalah pada nomor rekening pekerja yang didaftarkan oleh pihak perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa masalah yang menyebabkan dana bantuan BLT BPJS Ketenagakerjaan tertunda:

  • Duplikasi rekening
  • Rekening tidak aktif
  • Rekening pasif
  • Tidak valid
  • Telah dibekukan
  • Tidak sesuai NIK

Untuk menanggapi kendala pencairan dana BLT BPJS tersebut, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah meminta kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk berkomunikasi dengan stakeholder.

“Kami mengimbau kepada pemberi kerja/perusahaan beserta para pekerja untuk membangun komunikasi dan dialog terkait data rekening para pekerja guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan rekening ke BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyaluran subsidi gaji/upah tepat sasaran,” terangnya.

Peserta yang Tidak Memenuhi Kriteria

BLT BPJS

Selain masalah rekening, tidak cairnya dana bantuan BPJS Ketenagakerjaan tersebut juga disebabkan karena adanya sejumlah peserta yang tidak memenuhi kriteria penerima bansos upah berdasarkan Permenaker 14 Tahun 2020.

Dirut BPJAMSOSTEK (BPJS Ketenagakerjaan) Agus Susanto, pada webinar di Jakarta, Selasa (8/9/2020), mengatakan data yang tidak memenuhi kriteria ini bukan berarti tidak terpakai, tapi bisa digunakan sebagai pengkinian data peserta BPJAMSOSTEK.

“Kami memberikan apresiasi kepada pihak pemberi kerja atau perusahaan karena telah bekerja sama dengan baik dalam melakukan pengkinian data peserta untuk mendukung program BSU dari pemerintah,” tutur Agus.

Sementara untuk data yang tidak lolos validasi Bank, BPJAMSOSTEK akan mengembalikan data nomor rekening kepada pemberi kerja atau perusahaan peserta untuk dilakukan konfirmasi ulang.

Setidaknya terdapat 1,77 juta peserta yang disebut tak memenuhi kriteria dan dikembalikan ke perusahaan untuk dikonfirmasi ulang.

BPJAMSOSTEK terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan, dengan batas waktu telah diperpanjang hingga tanggal 15 September 2020.

Pekerja/buruh yang mendapat subsidi harus memenuhi seluruh persyaratan berdasarkan Permenaker 14 Tahun 2020 , yaitu:

  1. Pekerja merupakan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan;
  2. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;
  3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5 juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;
  4. Pekerja/buruh penerima upah;
  5. Memiliki rekening bank yang aktif;
  6. Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program kartu Prakerja;
  7. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020.

Hingga saat ini data nomor rekening yang masuk di BPJS Ketenagakerjaan mencapai 14,5 juta nomor rekening, sebanyak 14,3 juta nomor rekening yang sudah tervalidasi oleh bank, sebanyak 200 ribu yang masih proses validasi, dan ada 19 ribu yang tidak valid.

Proses pencairan BLT Tahap 1 dan 2 berdasarkan data Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan hingga 7 September 2020:

  • Tahap I, jumlah yang telah disalurkan kepada penerima sebanyak 2.311.237 atau 92,45 persen dari total calon penerima 2,5 juta orang.
  • Tahap II, jumlah BSU yang sudah tersalurkan sebanyak 1.386.059 atau 46,20 persen dari total calon penerima tahap II sebanyak 3 juta orang.

Sementara itu, pada tahap 3 ini, ada 3,5 juta data calon penerima bantuan sosial upah (BSU) atau bantuan langsung tunai BPJS Ketenagakerjaan Tahap 3 yang telah disarahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan pada Selasa (8/8/2020).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0